Dulu Miskin Banget, Pedagang Kaki Lima Ini Kini Berharta Rp4,7 Triliun
Rabu, 04 Desember 2024 - 09:52 WIB
loading...
A
A
A
Yao kumudian beralih ke percetakan dan pengemasan di industri minuman dengan cara yang tidak biasa. Dia kemudian belajar mencetak pembungkus melalui sepupunya, yang saat itu bekerja di sebuah percetakan. Hal ini membuka jalan baginya untuk terjun ke bisnis percetakan sehingga lahirlah Solemar Commercial Press yang diberi nama sesuai dengan nama ibunya.
Pada tahun 1979, ketika sedang melakukan perjalanan bisnis ke Eropa, ia menemukan cara baru dalam pengemasan: Doypack, sebuah tas tertutup yang terbuat dari plastik dan aluminium yang dirancang untuk berdiri tegak. Melihat potensinya, ia memasarkannya ke produsen jus lokal, tetapi tidak ada yang tertarik.
Tidak ingin membiarkan sesuatu dengan potensi sebesar ini terbuang percuma, ia mulai membuat jus sendiri di dapurnya dan mengemasnya menggunakan doypack yang ia dapatkan dari Eropa. Dia akan segera menguasai pasar minuman jus, berkat kenyamanan kemasannya.
Yao tidak pernah menghindar dari inovasi. Ketika perusahaan minumannya, Zest-O Corporation, perlahan-lahan membuat gebrakan di pasar jus, dia sudah melihat investasi potensial lainnya. Pada tahun 2008, dia meluncurkan Zest Airways dan berusaha bersaing dengan maskapai penerbangan berbiaya rendah lainnya di negara ini.
Dia bertemu dengan persaingan yang ketat (Air Philippines dan Cebu Pacific Air), jadi dia mencari cara yang berbeda untuk menerbangkan orang ke negara ini. Dengan demikian, Zest Airways menjadi maskapai lokal pertama yang menerbangkan turis dari China dan Korea langsung ke tujuan Filipina, yaitu tanpa mampir ke NAIA. Pada tahun 2016, Zest Airways terintegrasi penuh dengan AirAsia sebagai AirAsia Zest.
Raja Jus
Pada tahun 1979, ketika sedang melakukan perjalanan bisnis ke Eropa, ia menemukan cara baru dalam pengemasan: Doypack, sebuah tas tertutup yang terbuat dari plastik dan aluminium yang dirancang untuk berdiri tegak. Melihat potensinya, ia memasarkannya ke produsen jus lokal, tetapi tidak ada yang tertarik.
Tidak ingin membiarkan sesuatu dengan potensi sebesar ini terbuang percuma, ia mulai membuat jus sendiri di dapurnya dan mengemasnya menggunakan doypack yang ia dapatkan dari Eropa. Dia akan segera menguasai pasar minuman jus, berkat kenyamanan kemasannya.
Yao tidak pernah menghindar dari inovasi. Ketika perusahaan minumannya, Zest-O Corporation, perlahan-lahan membuat gebrakan di pasar jus, dia sudah melihat investasi potensial lainnya. Pada tahun 2008, dia meluncurkan Zest Airways dan berusaha bersaing dengan maskapai penerbangan berbiaya rendah lainnya di negara ini.
Dia bertemu dengan persaingan yang ketat (Air Philippines dan Cebu Pacific Air), jadi dia mencari cara yang berbeda untuk menerbangkan orang ke negara ini. Dengan demikian, Zest Airways menjadi maskapai lokal pertama yang menerbangkan turis dari China dan Korea langsung ke tujuan Filipina, yaitu tanpa mampir ke NAIA. Pada tahun 2016, Zest Airways terintegrasi penuh dengan AirAsia sebagai AirAsia Zest.
Raja Jus
Lihat Juga :