Target Pertumbuhan Ekonomi 8%, Mimpi atau Realistis?

Minggu, 08 Desember 2024 - 08:09 WIB
loading...
Target Pertumbuhan Ekonomi...
Senior Advisor Pusat Studi Center for Human & Economic Development (CHED) ITB Ahmad Dahlan Jakarta (ITB-AD) Mukhaer Pakkanna. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Senior Advisor Pusat Studi Center for Human & Economic Development (CHED) ITB Ahmad Dahlan Jakarta (ITB-AD) Mukhaer Pakkanna menilai target pertumbuhan ekonomi 8% tidak realistis dan lebih mencerminkan delusi ekonomi. Pemerintah sebaiknya fokus mewujudkan keadilan dan kemakmuran rakyat.

"Mimpi tentang pertumbuhan 8% ini lebih menyerupai keyakinan palsu yang tidak berdasar pada data dan fakta. Indonesia sebaiknya fokus pada mandat konstitusi untuk mewujudkan keadilan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat, bukan sekedar mengejar angka pertumbuhan yang tidak realistis," ujar Mukhaer dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (8/12/2024).

Baca Juga: Dunia Kacau Balau, Begini Ramalan BI soal Ekonomi RI di 2025

Mukhaer menjelaskan bahwa sejumlah masalah struktural masih menjadi penghambat utama untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tinggi. Salah satunya adalah tingginya Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Indonesia yang mencapai hampir 7%, dibandingkan rata-rata negara ASEAN yang hanya sekitar 3,5%.

"ICOR yang tinggi ini mengindikasikan inefisiensi investasi, rendahnya produktivitas, serta tingginya biaya siluman yang membebani birokrasi ekonomi," kata dia.

Selain itu, rendahnya kontribusi Total Factor Productivity (TFP) menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia belum sepenuhnya bertransformasi dari ekonomi berbasis sumber daya alam (SDA) ke ekonomi berbasis pengetahuan dan teknologi. “Dan, jika SDA ini menjadi selalu menjadi andalan, asumsi teori kutukan sumber daya alam (the resource curse) atau paradoks keberlimpahan selalu menjadi fakta. Ketimpangan ekonomi pasti terjadi disertai tingkat kemelaratan yang melambung,” lanjutnya.

Mukhaer juga menyoroti dampak pandemi Covid-19 yang telah memukul daya beli masyarakat, khususnya kelas menengah. Sejak 2020 hingga 2024, sebanyak 9,48 juta orang dari kelas menengah terperosok kembali ke kelompok miskin. Amblasnya jumlah kelas menengah ini disertai dengan pergeseran lapangan pekerjaan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Studi Kearney: Masa...
Studi Kearney: Masa Depan Ekonomi Bergantung Kemampuan Adaptasi dengan AI
Dulu Dijajah Belanda,...
Dulu Dijajah Belanda, Kini Digerus Impor? Mantan Menkeu Ungkap Jurus Jitu Cetak Ekonomi Tumbuh 8%
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan Groundbreaking Proyek Masela Senilai Rp375 Triliun Hari Ini
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating Indonesia, Kepercayaan Global Dinilai Masih Kuat
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
Prabowo: Yang Merasa...
Prabowo: Yang Merasa Indonesia Suram, Silakan kalau Mau Cari Negara Lain
Mega Korupsi Penegak...
Mega Korupsi Penegak Hukum Merusak Ekonomi Negara
Momen Prabowo Beri Angklung...
Momen Prabowo Beri Angklung ke Presiden Narendra Modi Jadi Bukti Simbol Persahabatan
Rekomendasi
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
57% Generasi Produktif...
57% Generasi Produktif di Pemilu 2029, Perindo Dorong Sinergi KPU dan Partai Perkuat Pendidikan Pemilih
9 Anggota KPI Pusat...
9 Anggota KPI Pusat 2026-2029 Pilihan DPR RI, Ini Daftar Namanya
Berita Terkini
Lionel Express Hadirkan...
Lionel Express Hadirkan Solusi Distribusi Barang B2B ke Seluruh Indonesia
Perkuat Ekosistem Emas...
Perkuat Ekosistem Emas Nasional, Pegadaian Resmi Jadi Bagian Pendirian Indonesia Bullion Market Association (IBMA)
Nikmati Pengalaman Nonton...
Nikmati Pengalaman Nonton Terbaik di XXI dengan Penawaran Eksklusif dari BRI
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
IHSG Masih Perkasa,...
IHSG Masih Perkasa, Hari Ini Dibuka Menanjak Naik 0,67% ke level 6.273.
Bappenas Petakan Kekayaan...
Bappenas Petakan Kekayaan Hayati Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjuran
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved