Di tengah Pandemi, OJK Tetapkan Bank Kalsel sebagai Bank Sehat dan Raih PK-2
Senin, 31 Agustus 2020 - 21:03 WIB
loading...
Di tengah perlambatan ekonomi akibat pandemi Covid-19, Bank Kalsel berhasil memperbaiki diri sehingga meraih Peringkat Komposit 2 (PK-2) atau sehat dalam penilaian semester I 2020. Foto/Dok
A
A
A
BANJARMASIN - Sejak 2014, tingkat kesehatan Bank Kalsel berada pada Peringkat Komposit 3 (PK-3). Tapi justru di tengah perlambatan ekonomi akibat pandemi Covid-19, Bank Kalsel berhasil memperbaiki diri sehingga meraih Peringkat Komposit 2 (PK-2) atau sehat dalam penilaian tingkat kesehatan bank periode semester I 2020 yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Capaian ini merupakan sebuah peningkatan yang sangat baik setelah 1,5 tahun dipimpin oleh Agus Syabarrudin. Risk Based Bank Rating (RBBR) hasil penilaian oleh OJK pada Bank Kalsel per Juni 2020 dinilai pada Peringkat Komposit 2 (PK-2), yang berarti hal ini mencerminkan kondisi Bank secara umum sehat sehingga dinilai mampu menghadapi pengaruh negatif yang signifikan dari perubahan kondisi bisnis dan faktor eksternal lainnya.
(Baca Juga: Bos OJK Tekankan Pentingnya Pengawasan Terintegrasi Sektor Keuangan )
Direktur Utama Bank Kalsel, Agus Syabarrudin mengatakan, salah satu kunci keberhasilan Bank Kalsel meningkatkan peringkat Komposit adalah dengan menjaga nilai rasio NPL di bawah 5%. “Saat ini nilai rasio NPL Bank Kalsel sebesar 4,42% gross dan 1,35% nett. Hal ini menunjukan bahwa Bank Kalsel menjalankan proses perkreditan secara prudent dan comply, sehingga mampu menekan kredit dan pembiayaan bermasalah sesuai yang diharapkan," ungkapnya.
Selain itu keberhasilan juga dipengaruhi oleh perbaikan pengelolaan risiko operasional yang dilakukan oleh manajemen Bank Kalsel, di antaranya adalah meningkatkan kontrol dan kompetensi Human Capital bank, meminimalisir gangguan yang terjadi pada aktivitas layanan bank dan mengganti Core Banking System dalam rangka mendukung New Normal yang mulai diterapkan oleh pemerintah.
“Peringkat Komposit 2 tersebut diperoleh karena keseluruhan penilaian faktor-faktor Tingkat Kesehatan Bank yang terdiri dari Profil Risiko, Good Corporate Governance (GCG), Rentabilitas dan Permodalan berada di Peringkat Komposit 2,” terang Agus.
(Baca Juga: Likuiditas dan Modal Perbankan Masih Sangat Baik, Ekonom: Tak Perlu Khawatir )
Capaian ini merupakan sebuah peningkatan yang sangat baik setelah 1,5 tahun dipimpin oleh Agus Syabarrudin. Risk Based Bank Rating (RBBR) hasil penilaian oleh OJK pada Bank Kalsel per Juni 2020 dinilai pada Peringkat Komposit 2 (PK-2), yang berarti hal ini mencerminkan kondisi Bank secara umum sehat sehingga dinilai mampu menghadapi pengaruh negatif yang signifikan dari perubahan kondisi bisnis dan faktor eksternal lainnya.
(Baca Juga: Bos OJK Tekankan Pentingnya Pengawasan Terintegrasi Sektor Keuangan )
Direktur Utama Bank Kalsel, Agus Syabarrudin mengatakan, salah satu kunci keberhasilan Bank Kalsel meningkatkan peringkat Komposit adalah dengan menjaga nilai rasio NPL di bawah 5%. “Saat ini nilai rasio NPL Bank Kalsel sebesar 4,42% gross dan 1,35% nett. Hal ini menunjukan bahwa Bank Kalsel menjalankan proses perkreditan secara prudent dan comply, sehingga mampu menekan kredit dan pembiayaan bermasalah sesuai yang diharapkan," ungkapnya.
Selain itu keberhasilan juga dipengaruhi oleh perbaikan pengelolaan risiko operasional yang dilakukan oleh manajemen Bank Kalsel, di antaranya adalah meningkatkan kontrol dan kompetensi Human Capital bank, meminimalisir gangguan yang terjadi pada aktivitas layanan bank dan mengganti Core Banking System dalam rangka mendukung New Normal yang mulai diterapkan oleh pemerintah.
“Peringkat Komposit 2 tersebut diperoleh karena keseluruhan penilaian faktor-faktor Tingkat Kesehatan Bank yang terdiri dari Profil Risiko, Good Corporate Governance (GCG), Rentabilitas dan Permodalan berada di Peringkat Komposit 2,” terang Agus.
(Baca Juga: Likuiditas dan Modal Perbankan Masih Sangat Baik, Ekonom: Tak Perlu Khawatir )
Lihat Juga :