Likuiditas dan Modal Perbankan Masih Sangat Baik, Ekonom: Tak Perlu Khawatir
Senin, 13 Juli 2020 - 06:47 WIB
loading...
Ekonom CORE Indonesia, Piter Abdullah menilai kondisi industri perbankan saat ini masih baik. Masyarakat pun diminta tak perlu khawatir mengingat pemerintah dan otoritas juga terus mendukung terciptanya kestabilan sistem keuangan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Ekonom CORE Indonesia, Piter Abdullah menilai kondisi industri perbankan saat ini masih baik. Masyarakat pun diminta tak perlu khawatir mengingat pemerintah dan otoritas juga terus mendukung terciptanya kestabilan sistem keuangandi tengah wabah pandemi Covid-19 ini, dalam rangka penguatan ekonomi nasional.
Piter menyebutkan, posisi permodalan atau Capital Adequate Ratio (CAR) perbankan hingga saat ini masih di kisaran 20%. Posisi ini melampaui batas permodalan yang ditetapkan dalam BASEL I hingga BASEL III.
(Baca Juga: Perry Warjiyo: BI Sudah Suntik Likuiditas Rp614,8 Triliun )
“Perbankan kita lampaui semua ketentuan permodalan di BASEL I sampai BASEL III dengan rata-rata di kisaran 20 persen. Sementara kalau kita berbicara mengenai batasan-batasan yang diatur dalam BASEL III pun untuk berjaga-jaga di saat krisis, paling-paling BASEL III membatasi CAR di kisaran 12-13 persen. Apalagi kalau kita merujuk ke BASEL I yang membatasi CAR di kisaran 8 persen tresholdnya. Jadi kita jauh di atas batas minimum permodalan untuk berjaga-jaga dari sisi permodalan,” jelas Piter saat dihubungi di Jakarta.
Dengan kondisi tersebut, Piter menegaskan agar nasabah maupun pelaku usaha tidak perlu mengkhawatirkan kondisi perbankan saat ini. “Jadi misalnya liquidity coverage ratio-nya masih oke. Saya kira tidak ada yang perlu dikhawatirkan secara agregat,” tegasnya.
Demikian pula dari sisi profitability, menurut Piter, tingkat keuntungan perbankan masih tinggi. “NIM perbankan saat ini masih terjaga, demikian juga dengan NPL juga masih terjaga di level 3 persen. Jadi tidak ada yang mengkhawatirkan secara agregat di industri perbankan,” paparnya.
Memang ada masalah di individual bank, namun hal itu menurut Piter masih dalam kondisi yang relatif aman. “Karena kalau kita lihat satu-satu, bank yang dianggap bermasalah, permodalan dan likuiditasnya masih terjaga, walaupun sudah ada tekanan, tetapi belum menunjukkan hal yang perlu dikhawatirkan,” pungkas Piter.
Piter menyebutkan, posisi permodalan atau Capital Adequate Ratio (CAR) perbankan hingga saat ini masih di kisaran 20%. Posisi ini melampaui batas permodalan yang ditetapkan dalam BASEL I hingga BASEL III.
(Baca Juga: Perry Warjiyo: BI Sudah Suntik Likuiditas Rp614,8 Triliun )
“Perbankan kita lampaui semua ketentuan permodalan di BASEL I sampai BASEL III dengan rata-rata di kisaran 20 persen. Sementara kalau kita berbicara mengenai batasan-batasan yang diatur dalam BASEL III pun untuk berjaga-jaga di saat krisis, paling-paling BASEL III membatasi CAR di kisaran 12-13 persen. Apalagi kalau kita merujuk ke BASEL I yang membatasi CAR di kisaran 8 persen tresholdnya. Jadi kita jauh di atas batas minimum permodalan untuk berjaga-jaga dari sisi permodalan,” jelas Piter saat dihubungi di Jakarta.
Dengan kondisi tersebut, Piter menegaskan agar nasabah maupun pelaku usaha tidak perlu mengkhawatirkan kondisi perbankan saat ini. “Jadi misalnya liquidity coverage ratio-nya masih oke. Saya kira tidak ada yang perlu dikhawatirkan secara agregat,” tegasnya.
Demikian pula dari sisi profitability, menurut Piter, tingkat keuntungan perbankan masih tinggi. “NIM perbankan saat ini masih terjaga, demikian juga dengan NPL juga masih terjaga di level 3 persen. Jadi tidak ada yang mengkhawatirkan secara agregat di industri perbankan,” paparnya.
Memang ada masalah di individual bank, namun hal itu menurut Piter masih dalam kondisi yang relatif aman. “Karena kalau kita lihat satu-satu, bank yang dianggap bermasalah, permodalan dan likuiditasnya masih terjaga, walaupun sudah ada tekanan, tetapi belum menunjukkan hal yang perlu dikhawatirkan,” pungkas Piter.
Lihat Juga :