Baja Murah China Membanjiri India, Nilainya Capai 5,7 Juta Metrik Ton

Senin, 09 Desember 2024 - 09:14 WIB
loading...
Baja Murah China Membanjiri...
Impor baja India dari China mencapai level tertinggi sepanjang masa selama tujuh bulan pertama tahun keuangan mulai April, menurut data sementara pemerintah. Foto/Dok
A A A
NEW DELHI - Impor baja India dari China mencapai level tertinggi sepanjang masa selama tujuh bulan pertama tahun keuangan mulai April, menurut data sementara pemerintah yang ditinjau oleh Reuters. Kabar ini telah mengguncang ratusan produsen baja kecil asal India.

China yang merupakan produsen baja terbesar di dunia, telah mengirimkan 1,7 juta metrik ton baja jadi ke India selama periode April-Oktober, atau meningkat 35,4% secara year-on-year (YoY) menurut data terbaru.

Baca Juga: Menolak Investasi China, India Pastikan Tak Akan Ubah Sikap

Kondisi ini memperburuk kesehatan keuangan produsen baja India yang berjuang menghadapi banjir produk impor baja asal China dengan harga murah. Selain itu ada penurunan harga domestik meskipun permintaan yang kuat didorong oleh pertumbuhan ekonomi yang cepat dan meningkatnya pengeluaran infrastruktur di ekonomi utama dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Sebagai produsen baja terbesar di dunia, China sebagian besar mengirimkan baja tahan karat, gulungan canai panas, lembaran galvanis, pelat dan lembaran selama periode tersebut.

Impor baja jadi India secara keseluruhan melonjak ke level tertinggi tujuh tahun sebesar 5,7 juta metrik ton selama periode April-Oktober. Impor baja jadi dari Jepang dan Vietnam juga meningkat lebih dari dua kali lipat selama periode tersebut. Data menunjukkan China, Korea Selatan dan Jepang menyumbang 79% dari total impor baja jadi antara April dan Oktober.

Kementerian baja India telah meminta bea pengamanan 25% atau pajak sementara selama dua tahun untuk produk baja datar untuk mengekang harga murah impor China, seperti dilansir Reuters.

"Ada ancaman yang membayangi dari peningkatan besar impor murah dari China," kata Sandeep Poundrik, pegawai senior di Kementerian Baja dalam sebuah surat kepada mitranya di kementerian perdagangan, tertanggal 27 November.

Kementerian baja disebutkan tidak menanggapi permintaan konfirmasi sejauh ini. Selama April-Oktober, gulungan canai panas menjadi kelas impor terbesar, sementara batang menduduki puncak kelas impor dalam kategori produk non-datar, seperti diperlihatkan data terbaru.

India, juga dikenal sebagai produsen baja mentah terbesar kedua di dunia, namun mereka menjadi importir bersih pada tahun fiskal hingga 31 Maret 2024 dan tren tersebut terus berlanjut sejak itu. Permintaan terlihat kuat, dengan konsumsi baja jadi mencapai level tertinggi tujuh tahun selama April-Oktober.

Baca Juga: Profil Piyush Goyal, Menteri Perdagangan dan Industri India yang Menolak Investasi dari China

Sedangkan ekspor baja jadi India turun 29,3% selama April-Oktober, dan Italia muncul sebagai pembeli terbesar baja India. Tetapi ekspor ke Inggris melonjak hampir 15% antara April dan Oktober, data menunjukkan.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Rekomendasi
Din Syamsuddin Ungkap...
Din Syamsuddin Ungkap Bung Karno Tokoh Dikagumi Dunia Internasional
Mesir Comeback, Mo Salah...
Mesir Comeback, Mo Salah Antar The Pharaohs Gulung Selandia Baru 3-1
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Berita Terkini
Rosan Lapor Prabowo...
Rosan Lapor Prabowo soal Perampingan 258 BUMN, 300 Pelat Merah Lain Menyusul
Pergantian Direksi Disorot,...
Pergantian Direksi Disorot, Mampukah Kejayaan Pelni Kembali?
IHSG Menghijau di Awal...
IHSG Menghijau di Awal Pekan, Pagi Ini Sentuh Level 6.217
Harga Emas Malas Bergerak...
Harga Emas Malas Bergerak di Posisi Rp2.668.000 per Gram, Intip Daftar Lengkapnya
Dibayangi Outflow Rp4,5...
Dibayangi Outflow Rp4,5 Triliun, IHSG Pekan Ini Diprediksi Bergerak Fluktuatif
Spesial, Investor Patriot...
Spesial, Investor Patriot Bond Dilindungi dari Tuntutan Pidana hingga Pajak
Infografis
Elon Musk: Drone Murah...
Elon Musk: Drone Murah China Bisa Hancurkan Jet Tempur F-35 AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved