Ekonomi Suriah Hancur, Sanksi dan Krisis Memperburuk Situasi

Selasa, 10 Desember 2024 - 16:22 WIB
loading...
A A A
Rezim Assad kehilangan kendali atas sebagian besar ladang minyaknya kepada kelompok-kelompok pemberontak termasuk kelompok yang mendeklarasikan diri sebagai Negara Islam (ISIS) dan kemudian pasukan yang dipimpin Kurdi.

Sementara itu, sanksi-sanksi internasional sangat membatasi kemampuan pemerintah untuk mengekspor minyak. Dengan produksi minyak yang terus menurun hingga kurang dari 20.000 barel per hari (bph) di wilayah-wilayah yang dikuasai rezim, negara ini menjadi sangat bergantung pada impor dari Iran.

Seberapa Cepat Ekonomi Suriah Dibangun Kembali?

Sebelum tugas besar untuk membangun kembali kota-kota yang rusak, infrastruktur, sektor minyak dan pertanian dapat dimulai, diperlukan kejelasan lebih lanjut mengenai pemerintahan Suriah yang akan datang.

Beberapa pengamat Suriah telah memperingatkan bahwa diperlukan waktu hampir 10 tahun bagi negara ini untuk kembali ke tingkat PDB pada 2011 dan dua dekade untuk membangun kembali secara penuh. Mereka juga khawatir bahwa prospek Suriah dapat memburuk jika terjadi ketidakstabilan politik lebih lanjut.

Hayat Tahrir al-Sham (HTS), sebuah kelompok yang terkait dengan al-Qaeda yang memimpin perebutan ibukota Suriah, Damaskus, pada akhir pekan lalu, mengatakan bahwa mereka kini sedang berusaha untuk membentuk sebuah pemerintahan yang baru. Namun, sanksi-sanksi internasional yang ketat terhadap Suriah masih berlaku.

HTS juga berada di bawah sanksi internasional, sebagai bagian dari penetapannya oleh Amerika Serikat dan PBB sebagai organisasi teroris. Negara-negara Barat dan Arab khawatir bahwa kelompok ini mungkin akan berusaha menggantikan rezim Assad dengan pemerintahan Islam garis keras. Ada seruan segera agar sanksi-sanksi tersebut dicabut atau dilonggarkan, namun hal ini bisa memakan waktu beberapa minggu atau bulan.

Baca Juga: Tanda-tanda Ekonomi Rusia Mulai Terpuruk, Putin Diambang Kesulitan

Analis senior di International Crisis Group, Delaney Simon, menulis pada hari Senin di X, bahwa Suriah adalah salah satu negara yang paling banyak mendapatkan sanksi di dunia. Dengan membiarkan pembatasan-pembatasan itu tetap berlaku sama saja dengan menarik permadani dari Suriah ketika negara ini sedang mencoba untuk berdiri," tulis Delaney dikutip dari DW, Selasa (10/12/2024).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Rekomendasi
Cover Musik Jadi Cara...
Cover Musik Jadi Cara Generasi Digital Menunjukkan Kreativitas
Gunung Semeru Erupsi,...
Gunung Semeru Erupsi, Tinggi Kolom Abu Capai 1.200 Meter di Atas Puncak
GoPro Sekarat: Dari...
GoPro Sekarat: Dari Bintang Wall Street Rp198 Triliun Jadi Saham Receh
Berita Terkini
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved