Takut Digagalkan Trump, AS Guyur Ukraina dengan Pinjaman Rp314,3 Triliun
Rabu, 11 Desember 2024 - 09:15 WIB
loading...
Kementerian Keuangan AS mengumumkan telah mencairkan pinjaman USD20 miliar atau setara Rp314,3 triliun untuk Ukraina, yang juga didukung oleh bunga dari aset Rusia yang dibekukan. Foto/Dok
A
A
A
WASHINGTON - Kementerian Keuangan AS mengumumkan telah mencairkan pinjaman USD20 miliar atau setara Rp314,3 triliun (kurs Rp15.719 per USD) untuk Ukraina , yang juga didukung oleh bunga dari aset Rusia yang dibekukan. Kucuran pinjaman yang mencakup sekitar setengah dari defisit Kiev saat ini, adalah bagian dari kesepakatan pinjaman G7 senilai USD50 miliar.
Dana tersebut dibayarkan ke World Bank fund yang akan mentransfernya ke Kiev, seperti diungkapkan oleh Kementerian Keuangan AS. Baca Juga: Sanksi Barat Ngawur, Penyitaan Aset Rusia Rusak Tatanan Internasional
Sementara itu Uni Eropa akan menyumbangkan tambahan USD20 miliar, sedangkan anggota G7 seperti Inggris, Jepang dan Kanada akan mengucurkan dana sebesar USD10 miliar lagi. Total keseluruhan mencapai USD50 miliar yang secara teoritis akan dibayar kembali oleh Ukraina selama 40 tahun.
Kucuran dana tunai tersebut diyakini sebagai upaya Washington mempercepat bantuan ke Kiev sebelum Donald Trump menjabat. Dengan menyerahkan uang sebelum Presiden terpilih Donald Trump menjabat pada bulan Januari, Departemen Keuangan telah memastikan bahwa Trump tidak akan dapat membatalkan atau mengubah persyaratannya.
Satu minggu sebelumnya, Presiden Joe Biden mengesahkan paket bantuan militer baru senilai USD725 juta untuk Ukraina, dan memberlakukan sanksi ekonomi tambahan terhadap Rusia.
Dana tersebut dibayarkan ke World Bank fund yang akan mentransfernya ke Kiev, seperti diungkapkan oleh Kementerian Keuangan AS. Baca Juga: Sanksi Barat Ngawur, Penyitaan Aset Rusia Rusak Tatanan Internasional
Sementara itu Uni Eropa akan menyumbangkan tambahan USD20 miliar, sedangkan anggota G7 seperti Inggris, Jepang dan Kanada akan mengucurkan dana sebesar USD10 miliar lagi. Total keseluruhan mencapai USD50 miliar yang secara teoritis akan dibayar kembali oleh Ukraina selama 40 tahun.
Kucuran dana tunai tersebut diyakini sebagai upaya Washington mempercepat bantuan ke Kiev sebelum Donald Trump menjabat. Dengan menyerahkan uang sebelum Presiden terpilih Donald Trump menjabat pada bulan Januari, Departemen Keuangan telah memastikan bahwa Trump tidak akan dapat membatalkan atau mengubah persyaratannya.
Satu minggu sebelumnya, Presiden Joe Biden mengesahkan paket bantuan militer baru senilai USD725 juta untuk Ukraina, dan memberlakukan sanksi ekonomi tambahan terhadap Rusia.
Lihat Juga :