Mengunjungi MP21 Freeport Indonesia, Merawat Lahan Tailing Menjadi Kawasan Produktif

Kamis, 12 Desember 2024 - 07:30 WIB
loading...
Mengunjungi MP21 Freeport...
Berbagai macam tanaman dibudidayakan di kawasan tailing MP21, Mimiki, Papua Tengah, Rabu (11/12/2024). Freeport Indonesia menyulap lahan tailing menjadi kawsasan produktif. Foto/SINDOnews/Puguh Hariyanto
A A A
MIMIKA - Pohon rindang, burung berkicau, semak-semak tumbuh subur di sepanjang jalan yang membelah kawasan MP21 milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di Mimika, Papua Tengah. Di sekitar kantor MP21, tumbuh pohon cabai, nanas yang tengah berbuah, pohon matoa hingga kolam yang dipenuhi ikan.

Namun siapa sangka, ternyata kawasan subur tersebut berada di atas lahan tailing. PT Freeport Indonesia (PTFI) memanfaatkan lahan timbunan tailing menjadi kawasan produktif. Selain itu mereka juga mengembalikan fungsi ekologis di lahan tailing seperti awalnya.

Tailing merupakan limbah tambang Freeport berupa batuan yang sudah dihancurkan menjadi sejenis pasir putih. Meski tidak memiliki unsur hara, namun dengan pemberian pupuk kompos, lahan tailing ternyata bisa menjadi lahan produktif. Selain itu yang juga tak kalah penting, hal ini sebagai pembuktian bahwa tailing ternyata tidak berbahaya dan bisa dimanfaatkan.
Mengunjungi MP21 Freeport Indonesia, Merawat Lahan Tailing Menjadi Kawasan Produktif

SINDOnews berkesempatan melihat lahan tailing di MP21 milik Freeport Indonesia di Mimika, Papua. MP21 merupakan pusat reklamasi dan keanekaragaman hayati. Di kawasan sekitar 100 hektare tersebut tumbuh subur berbagai macam pohon, semak, perdu yang sangat rindang dan sudah menjadi kawasan hutan.

Dari 100 hektare tersebut, sekitar 40 ha di antaranya berbagai macam tumbuhan tumbuh secara alamiah. Sementara 60 ha diolah menjadi lahan produktif. Mulai dari berbagai macam sayuran, mulai dari padi, cabai tomat, hingga gambas. Bahkan gambas tumbuh lebih subur di tailing dibandingkan di lahan biasa.

Tumbuhnya berbagai macam tanaman tersebut sebagai pembuktian bahwa lahan tailing itu aman. ”Sebanyak 100 ha tersebut merupakan lahan percontohan. Sementara lahan tailing kita ada 23.000 ha,” kata Manager Environmental Central System and Project PTFI, Roberth Sarwom, Rabu (11/12/2024).

Di lahan itu, sekarang juga mulai muncul kupu-kupu, elang, kuskus. Kondisi ini menandakan bahwa secara ekologis stabil. Kupu-kupu merupakan hewan yang menjadi indikator udara di suatu kawasan itu bersih. ”Bahkan sudah ada Rajawali Papua sebagai predator puncak. Ini amazing bagi kami,” ujarnya.

Saat ini di lahan percontohan tersebut, Freeport Indonesia tengah mengembangkan intregrated farming. Selain pertanian, di lahan itu dikembangkan peternakan dan perikanan. Saat ini sudah ada sapi dan ikan nila. Nantinya peternakan ayam.

Semua hasil berbagai pertanian tersebut dibagikan ke masyarakat. Nantinya, ketika kontrak kerja Freeport berakhir diproyeksikan lahan tailing tersebut akan diserahkan ke pemerintah daerah untuk dimanfaatkan masyarakat.
Mengunjungi MP21 Freeport Indonesia, Merawat Lahan Tailing Menjadi Kawasan Produktif

Itulah mengapa, lahan tailing itu disuburkan dengan kompos dan sedikit pupuk kimia. Ini agar, ketika diserahkan ke pemerintah, pemeliharaan lahan berbiaya murah karena menggunakan kompos.

Pun demikian dengan sayuran maupun buah yang ditanam juga yang dikonsumsi masyarakat. ”Itulah mengapa kita tidak tanam asparagus misal di lahan ini karena memang tidak disukai masyarakat. Meski bisa tumbuh di sini,” jelasnya.

MP21 juga ternyata menjadi kandang sementara bagi hewan-hewan yang dilindungi hasil sitaan. Ada penyu moncong babi dan burung kakatua. Hewan-hewan itu nantinya akan dilepasliarkan ke habitat aslinya.

Tailing di MP21 juga dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur. Baik itu jalan, jembatan, maupun bangunan di Timika 98% menggunakan tailing. ”Tailing dapat digunakan untuk bahan baku semen,” tandasnya.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aksi Bersih dan Penghijauan...
Aksi Bersih dan Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Ketahanan Energi Nasional...
Ketahanan Energi Nasional Dinilai Masih Rapuh di Tengah Tekanan Global
Adopsi Teknologi dan...
Adopsi Teknologi dan AI Jadi Arah Baru Industri Pertambangan
Rosan hingga Bahlil...
Rosan hingga Bahlil Kompak soal Pembentukan Badan Khusus Ekspor: Tunggu Presiden
MMS Resources Bidik...
MMS Resources Bidik Teknologi Tambang Modern dari China
MK Putuskan Pembayaran...
MK Putuskan Pembayaran Dana Pensiun Sukarela Bisa Dilakukan Sekaligus atau Berkala
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bersama Ewindo Perkuat Pengembangan Pertanian Perkotaan
Gerakan Plogging Dorong...
Gerakan Plogging Dorong Gaya Hidup Sehat dan Peduli Lingkungan di Bali
Rekomendasi
Nilai Hakim Abaikan...
Nilai Hakim Abaikan Fakta Persidangan, Nadiem Makarim Bakal Lapor ke KY
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Berita Terkini
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Investasi Hijau, Pertamina...
Investasi Hijau, Pertamina Port & Logistics Tanam 600 Mangrove di Balikpapan
Belanja Puas, Dompet...
Belanja Puas, Dompet Aman dengan Promo Spesial Blibli BRIDAY
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved