Pemerintah Diminta Prioritaskan Industri Galangan Kapal Nasional

Kamis, 12 Desember 2024 - 09:30 WIB
loading...
Pemerintah Diminta Prioritaskan...
Rapat Kerja Nasional Iperindo 2024 yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu (11/12/2024). FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kontribusi industri galangan kapal saat ini masih sangat kecil terhadap PDB, yakni hanya 0,69% sehingga harus didukung pemerintah. Institusi Perkapalan dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) menyatakan siap membangun kapal yang dibutuhkan di dalam negeri dalam rangka mewujudkan visi Indonesia emas 2045.

Organisasi tempat berhimpunnya pengusaha galangan kapal nasional itu meminta pemerintah memprioritaskan galangan kapal dalam negeri untuk membangun kapal yang dibiayai oleh APBN, BUMN, bahkan perusahaan swasta.

"Anggota Iperindo telah menyediakan setidaknya 36.000 dock space kapal per tahun untuk mendukung kegiatan reparasi kapal. Saat ini, tingkat utilisasi dock space untuk reparasi masih relatif rendah, " kata Ketua Umum Iperindo Anita Puji Utami pada Rapat Kerja Nasional Iperindo 2024, dikutip Kamis (12/12/2024).

Baca Juga: Geliat Perekonomian Kerajaan Majapahit, Disokong Kekayaan Emas hingga Industri Kapal

Tidak hanya itu, Iperindo juga menyiapkan 900 dock space kapal per tahun untuk kegiatan new ship building. Dock space tersebut saat ini sebagian besar masih menganggur akibat order kapal yang sepi. "Kami berharap dock space ini bisa diisi oleh proyek-proyek APBN, BUMN dan perusahaan swasta," katanya.

Sementara, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Reza memberikan tantangan kepada industri galangan kapal anggota Iperindo untuk meningkatkan konstribusi industri terhadap produk domestik bruto (PDB) menjadi 1% guna menopang pertumbuhan ekonomi 8% yang ditargetkan Presiden Prabowo Subianto.

Dia menjelaskan konstribusi industri galangan kapal saat ini masih sangat kecil terhadap PDB, yakni hanya 0,69%. Makanya, industri perkapalan nasional harus menjadi salah satu konsen pemerintah untuk menopang target pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan.

"Dari angka konstribusi 0,69% pada tahun 2023, kita harus hitung investasi yang diperlukan untuk meningkatkan menjadi 1%. Skema pembiayaan dan nilai investasinya berapa serta apa saja regulasi yang dibutuhkan dan harus disiapkan," ujar Faisol.

Ketua Dewan Pembina Iperindo Bambang Harjo mengungkap, tidak kurang dari 190.000 unit kapal pada pelayaran global yang melintasi perairan Indonesia setiap tahun melalui jalur ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia). Potensi tersebut baru bisa ditangkap oleh galangan kapal Singapura, Malaysia, Vietnam dan sebagian kecil oleh galanga Batam. "Indonesia harus bisa ambil peluang itu dengan mengembangkan galangan kapal lebih optimal," jelasnya.

Baca Juga: Kapal OPV, Bukti Kapasitas Industri Pertahanan Swasta

Dia meminta agar lembaga keuangan dan perbankan memberikan kemudahan permodalan kepada industri galangan kapal nasional.

"Perlu dorongan pemerintah dan DPR agar perbankan mau membiayai galangan dengan rate yang jauh lebih kecil dibanding industri manufaktur di darat," katanya.

Rakernas Iperindo sendiri dibuka oleh Wakil Menteri Perindustrian Faisol Reza dan dihadiri Ketua Dewan Penasehat Iperindo Bambang Harjo yang juga anggota DPR RI, para pengurus pusat dan cabang serta anggota Iperibdo se-Indonesia maupun para mitra.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Kenaikan Kurs Dolar...
Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Hantam Industri Galangan Kapal Nasional
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Arsari Tambang Bakal...
Arsari Tambang Bakal Bangun Pusat Riset Timah dan Logam Tanah Jarang di Bangka
Ekspor Tembus USD1 Miliar,...
Ekspor Tembus USD1 Miliar, Industri Tuna RI Incar Pasar Kolagen Global
Wamenperin Jajaki Investasi...
Wamenperin Jajaki Investasi di Rusia, dari Nuklir hingga Industri Halal
International Industrial...
International Industrial Week Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Dorong Daya Saing Industri Melalui Inovasi dan Kemitraan Strategis
Evita DPR Soroti Ruwetnya...
Evita DPR Soroti Ruwetnya Industri Tekstil Nasional
Bontang Lestari dan...
Bontang Lestari dan KIE Siap Jadi Magnet Baru Kaltim
Rekomendasi
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Sadis Ditangkap di Majalaya
Disambut Antusias! 86...
Disambut Antusias! 86 SD Ikuti Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok
PT MNC Vision Networks...
PT MNC Vision Networks Tbk Berpartisipasi dalam Jalan Sehat Hari Donor Darah Sedunia 2026 di Monas
Berita Terkini
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved