Demi Swasembada Energi, Pertamina Gas Siap Tingkatkan Produksi LPG
Selasa, 17 Desember 2024 - 11:49 WIB
loading...
A
A
A
"Dengan kapasitas desain 250 MMscfd, Perta-Samtan mampu memproduksi sekitar 710 MT LPG dan kurang lebih 2.200 barel kondensat per hari," kata Gamal.
Selain Perta-Samtan, Pertagas melalui LPG Plant Gresik yang dioperasikan oleh PT Energi Nusantara Perkasa (ENP) di Gresik, Jawa Timur juga turut mendukung pencapaian swasembada energi nasional sekaligus membantu pengurangan ketergantungan impor LPG. Kilang LPG Plant Gresik memiliki kapasitas desain sebesar 350 MMSCFD, dengan volume produksi sekitar 105 ton LPG per hari, serta kondensat sebesar kurang lebih 880 barel per hari.
Keberadaan LPG Plant Gresik menjadi pelengkap dalam upaya memperkuat produksi LPG domestik, sejalan dengan visi pemerintah untuk meningkatkan kemandirian energi nasional. "Kilang LPG Plant Gresik ini secara konsisten memberikan kontribusi nyata dalam mengurangi impor LPG dan memperkuat ketahanan energi negara,"ujarnya.
Di bagian lain, Direktur Eksekutif Reforminer InstituteKomaidi Notonegoro mengatakan, pascapelaksanaan program konversi minyak tanah ke LPG, konsumsi domestik naik signifikan. Konsumsi LPG yang sebelumnya di bawah 2 juta ton per tahun, saat ini sudah mencapai kisaran 9 juta ton per tahun. Sementara, kapasitas produksi LPG domestik hanya di kisaran 2 juta ton per tahun. "Akibatnya, sebagian besar kebutuhan LPG harus dipenuhi dari impor," kata Komaidi.
Baca Juga: Putin: AS Mendorong Rusia Melewati Garis Merah
Selain Perta-Samtan, Pertagas melalui LPG Plant Gresik yang dioperasikan oleh PT Energi Nusantara Perkasa (ENP) di Gresik, Jawa Timur juga turut mendukung pencapaian swasembada energi nasional sekaligus membantu pengurangan ketergantungan impor LPG. Kilang LPG Plant Gresik memiliki kapasitas desain sebesar 350 MMSCFD, dengan volume produksi sekitar 105 ton LPG per hari, serta kondensat sebesar kurang lebih 880 barel per hari.
Keberadaan LPG Plant Gresik menjadi pelengkap dalam upaya memperkuat produksi LPG domestik, sejalan dengan visi pemerintah untuk meningkatkan kemandirian energi nasional. "Kilang LPG Plant Gresik ini secara konsisten memberikan kontribusi nyata dalam mengurangi impor LPG dan memperkuat ketahanan energi negara,"ujarnya.
Di bagian lain, Direktur Eksekutif Reforminer InstituteKomaidi Notonegoro mengatakan, pascapelaksanaan program konversi minyak tanah ke LPG, konsumsi domestik naik signifikan. Konsumsi LPG yang sebelumnya di bawah 2 juta ton per tahun, saat ini sudah mencapai kisaran 9 juta ton per tahun. Sementara, kapasitas produksi LPG domestik hanya di kisaran 2 juta ton per tahun. "Akibatnya, sebagian besar kebutuhan LPG harus dipenuhi dari impor," kata Komaidi.
Baca Juga: Putin: AS Mendorong Rusia Melewati Garis Merah
Lihat Juga :