Duit Rp225,6 Triliun Raib, Miliarder Temu Colin Huang Kehilangan Gelar Orang Terkaya China
Selasa, 17 Desember 2024 - 14:45 WIB
loading...
A
A
A
Sebelum laporan pendapatan di Agustus yang ternyata menjadi kekecewaan besar, Pinduoduo memiliki kapitalisasi pasar lebih dari USD190 miliar, lebih tinggi dari Uber (USD150,5 miliar) atau Sony (USD119 miliar). Pada Agustus, kapitalisasi pasar perusahaan telah turun menjadi USD124,4 miliar, untuk kemudian perlahan naik kembali menjadi sekitar USD135,5 miliar pada bulan Desember.
Setelah performa PDD Holdings merosot pada bulan Agustus, kekayaan bersih Huang anjlok USD14,1 miliar yang jika dirupiahkan mencapai Rp225,6 triliun (Kurs Rp16,004 per USD) menjadi USD33,5 miliar (Rp536,1 triliun), menurut data Bloomberg Billionaires Index. Pada 11 Desember, dia bernilai USD36,8 miliar setara Rp588,9 triliun.
Hal itu membawa Huang menjadi orang terkaya keempat di China dan orang terkaya ke-48 di dunia, indeks menunjukkan pada saat publikasi Fortune.
PDD melaporkan pendapatan kuartal ketiga pada akhir November, yang menunjukkan peningkatan pendapatan sekitar 4% dari kuartal kedua menjadi sekitar USD14,2 miliar. Tapi semua itu melesat dari perkiraan pasar, mengirim saham turun lebih dari 10% dalam perdagangan pra-pasar pada hari dirilisnya kinerja pendapatan perusahaan.
Siapa Colin Huang dan bagaimana dia menjadi orang terkaya di Tiongkok?
Huang memperoleh gelar master ilmu komputer dari University of Wisconsin dan sempat magang di Microsoft di Beijing dan Seattle sebelum memulai karirnya bersama Google di AS pada tahun 2004. Saat itulah Google benar-benar mulai lepas landas.
"Laba operasional dan jumlah (karyawan) tumbuh pesat," tulis Huang dalam postingan di blognya yang saat ini sudah dihapus, menurut Business Insider.
"Laba operasional dan jumlah (karyawan) tumbuh pesat" sementara saldo rekening banknya "tiba-tiba tumbuh banyak juga." Ini adalah saat Huang benar-benar mulai merasakan menjadi kaya.
"Ini adalah pengalaman yang sangat baik bagi saya untuk beralih dari latar belakang sangat miskin menjadi tiba-tiba (berada di antara mereka yang telah) menjadi sangat kaya," kata Huang kepada Forbes dalam sebuah wawancara tahun 2018.
Setelah performa PDD Holdings merosot pada bulan Agustus, kekayaan bersih Huang anjlok USD14,1 miliar yang jika dirupiahkan mencapai Rp225,6 triliun (Kurs Rp16,004 per USD) menjadi USD33,5 miliar (Rp536,1 triliun), menurut data Bloomberg Billionaires Index. Pada 11 Desember, dia bernilai USD36,8 miliar setara Rp588,9 triliun.
Hal itu membawa Huang menjadi orang terkaya keempat di China dan orang terkaya ke-48 di dunia, indeks menunjukkan pada saat publikasi Fortune.
PDD melaporkan pendapatan kuartal ketiga pada akhir November, yang menunjukkan peningkatan pendapatan sekitar 4% dari kuartal kedua menjadi sekitar USD14,2 miliar. Tapi semua itu melesat dari perkiraan pasar, mengirim saham turun lebih dari 10% dalam perdagangan pra-pasar pada hari dirilisnya kinerja pendapatan perusahaan.
Siapa Colin Huang dan bagaimana dia menjadi orang terkaya di Tiongkok?
Huang memperoleh gelar master ilmu komputer dari University of Wisconsin dan sempat magang di Microsoft di Beijing dan Seattle sebelum memulai karirnya bersama Google di AS pada tahun 2004. Saat itulah Google benar-benar mulai lepas landas.
"Laba operasional dan jumlah (karyawan) tumbuh pesat," tulis Huang dalam postingan di blognya yang saat ini sudah dihapus, menurut Business Insider.
"Laba operasional dan jumlah (karyawan) tumbuh pesat" sementara saldo rekening banknya "tiba-tiba tumbuh banyak juga." Ini adalah saat Huang benar-benar mulai merasakan menjadi kaya.
"Ini adalah pengalaman yang sangat baik bagi saya untuk beralih dari latar belakang sangat miskin menjadi tiba-tiba (berada di antara mereka yang telah) menjadi sangat kaya," kata Huang kepada Forbes dalam sebuah wawancara tahun 2018.
Lihat Juga :