Duit Rp225,6 Triliun Raib, Miliarder Temu Colin Huang Kehilangan Gelar Orang Terkaya China

Selasa, 17 Desember 2024 - 14:45 WIB
loading...
Duit Rp225,6 Triliun...
Colin Huang dengan cepat kehilangan gelarnya sebagai orang terkaya di China setelah platform belanja Temu membukukan hasil kuartalan yang mengecewakan. Foto/Dok
A A A
BEIJING - Colin Huang dengan cepat kehilangan gelarnya sebagai orang terkaya di China setelah Temu membukukan hasil kuartalan yang mengecewakan. Platforma belanja Temu sebelumnya digadang-gadang sebagai pesaing berat Amazon dan Shein, untuk membuat harta kekayaan Colin Huang melesat jauh.

Namun PDD Holdings sebagai induk perusahaan dari platform, Temu yang sempat berkembang pesat, mengalami hari-hari terburuknya di bulan Agustus. PDD Holdings kehilangan nilai pasar sebesar USD50 miliar setelah raksasa e-commerce itu membukukan pendapatan kuartalan kedua yang mengecewakan.

Baca Juga: Temu: E-commerce dengan 850 Juta Pengguna Dilarang di Indonesia!

Sentimen ini berdampak besar pada Colin Huang, pendiri Pinduoduo (yang juga anak usaha PDD Holdings) hingga membuatnya turun dari tahta orang terkaya di China, usai hanya bertahan beberapa pekan setelah dirinya mendapatkan gelar tersebut.

Huang (44 tahun) menjadi orang terkaya di China pada 8 Agustus 2024 seiring kinerja mengesankan dari Pinduoduo, pasar online gamifikasi populer yang menghubungkan pembeli dan penjual di China.

Pinduoduo juga merupakan perusahaan di balik situs belanja diskon Temu, yang semakin populer di AS selama beberapa tahun terakhir — meskipun menghadapi pengawasan ketat oleh pemerintah terkait penggunaan celah perdagangan impor dan untuk kualitas dan asal produknya.

Meskipun perusahaan secara teknis berkantor pusat di Irlandia, mayoritas karyawan Temu bekerja di China.

"Kami melihat banyak tantangan baru ke depannya, dari mulai perubahan permintaan konsumen, persaingan yang semakin intensif, dan ketidakpastian di lingkungan global," kata Lei Chen, co-CEO PDD Holdings.

"Akibatnya, kami akan memasuki fase baru pembangunan berkualitas tinggi yang membutuhkan peningkatan investasi. Akibatnya, profitabilitas kami akan (terpengaruh) sebagai hasilnya," sambungnya.

Sebelum laporan pendapatan di Agustus yang ternyata menjadi kekecewaan besar, Pinduoduo memiliki kapitalisasi pasar lebih dari USD190 miliar, lebih tinggi dari Uber (USD150,5 miliar) atau Sony (USD119 miliar). Pada Agustus, kapitalisasi pasar perusahaan telah turun menjadi USD124,4 miliar, untuk kemudian perlahan naik kembali menjadi sekitar USD135,5 miliar pada bulan Desember.

Setelah performa PDD Holdings merosot pada bulan Agustus, kekayaan bersih Huang anjlok USD14,1 miliar yang jika dirupiahkan mencapai Rp225,6 triliun (Kurs Rp16,004 per USD) menjadi USD33,5 miliar (Rp536,1 triliun), menurut data Bloomberg Billionaires Index. Pada 11 Desember, dia bernilai USD36,8 miliar setara Rp588,9 triliun.

Hal itu membawa Huang menjadi orang terkaya keempat di China dan orang terkaya ke-48 di dunia, indeks menunjukkan pada saat publikasi Fortune.

PDD melaporkan pendapatan kuartal ketiga pada akhir November, yang menunjukkan peningkatan pendapatan sekitar 4% dari kuartal kedua menjadi sekitar USD14,2 miliar. Tapi semua itu melesat dari perkiraan pasar, mengirim saham turun lebih dari 10% dalam perdagangan pra-pasar pada hari dirilisnya kinerja pendapatan perusahaan.

Siapa Colin Huang dan bagaimana dia menjadi orang terkaya di Tiongkok?

Huang memperoleh gelar master ilmu komputer dari University of Wisconsin dan sempat magang di Microsoft di Beijing dan Seattle sebelum memulai karirnya bersama Google di AS pada tahun 2004. Saat itulah Google benar-benar mulai lepas landas.

"Laba operasional dan jumlah (karyawan) tumbuh pesat," tulis Huang dalam postingan di blognya yang saat ini sudah dihapus, menurut Business Insider.

"Laba operasional dan jumlah (karyawan) tumbuh pesat" sementara saldo rekening banknya "tiba-tiba tumbuh banyak juga." Ini adalah saat Huang benar-benar mulai merasakan menjadi kaya.

"Ini adalah pengalaman yang sangat baik bagi saya untuk beralih dari latar belakang sangat miskin menjadi tiba-tiba (berada di antara mereka yang telah) menjadi sangat kaya," kata Huang kepada Forbes dalam sebuah wawancara tahun 2018.

"Ini mengasyikkan, tetapi terkadang juga memiliki beberapa efek samping yang tidak begitu baik," ujarnya.

Namun pada intinya, Huang adalah seorang pengusaha, setelah mendirikan platform e-commerce Ouku.com pada tahun 2007. Pinduoduo mengklaim Huang juga mendirikan perusahaan game online Xinyoudi pada tahun 2011, meskipun tidak ada perusahaan dengan nama itu, menurut Financial Times.

Publikasi pada tahun 2020 menyebut Huang sebagai "raja internet rahasia Shanghai" yang mendirikan "jaringan luas grup e-commerce dan game lainnya."

Huang, merupakan pendiri PDD Holdings untuk kemudian mengundurkan diri sebagai chairman pada Maret 2021, tetapi masih menjadi pemegang saham utama. Pada September 2022, perusahaan meluncurkan Temu untuk bersaing dengan Shein, yang dipimpin oleh sesama miliarder China, Sky Xu.

Pada tahun 2012, Xu mendirikan Shein, yang berubah menjadi sensasi mode secara cepat, terutama untuk generasi muda. Baca Juga:Pendiri TikTok Zhang Yiming Jadi Orang Terkaya di China, Hartanya Tembus Rp774,6 T

Sementara Huang telah cukup terbiasa menjadi kaya. Diketahui bahwa Huang adalah, putra seorang pekerja pabrik, untuk kemudian menjadi miliarder mandiri termuda di China pada tahun 2018.

"Saya harus belajar bagaimana mengelola (hubungan) dan menerima status kaya, sebelum (saya) menjadi kaya," kata Huang kepada Forbes.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Daftar Teratas Keluarga...
Daftar Teratas Keluarga Arab Terkaya di 2026, Dinasti Asal UEA Punya Harta Rp296,3 Triliun
Mengulik Deretan Miliarder...
Mengulik Deretan Miliarder di Balik Ketertarikan Trump Caplok Greenland
Ketiban Warisan Rp4.969...
Ketiban Warisan Rp4.969 Triliun, Jumlah Miliarder Baru Membengkak
Mesin Uang 3 Konglomerat...
Mesin Uang 3 Konglomerat RI Naik Rp225 Triliun, Prajogo Pangestu Unggul Jauh
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
5 CEO Terkaya di Jagat...
5 CEO Terkaya di Jagat Raya, Hartanya Tembus Rp8,2 Kuadriliun
Mohammed Ben Sulayem...
Mohammed Ben Sulayem Tetap Menjadi Presiden FIA setelah Lawan Mengundurkan Diri
Rekomendasi
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Indonesia Tuan Rumah...
Indonesia Tuan Rumah Pertemuan CPOPC, Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Global
MUI Siapkan Naskah Akademik...
MUI Siapkan Naskah Akademik RUU Pidana LBGT, DPR Janji Tindak Lanjuti
Berita Terkini
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Investasi Hijau, Pertamina...
Investasi Hijau, Pertamina Port & Logistics Tanam 600 Mangrove di Balikpapan
Belanja Puas, Dompet...
Belanja Puas, Dompet Aman dengan Promo Spesial Blibli BRIDAY
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
Perkuat Ekonomi Rakyat,...
Perkuat Ekonomi Rakyat, BSI Apresiasi Penempatan SAL untuk Pembiayaan Produktif
Infografis
Koruptor Terbesar China...
Koruptor Terbesar China Menilap Rp6,8 Triliun Dieksekusi Mati
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved