Tarif Trump Ancam Ekonomi Indonesia, Bisa Jadi Malapetaka Nasional

Sabtu, 05 April 2025 - 08:45 WIB
loading...
Tarif Trump Ancam Ekonomi...
Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif baru untuk impor ke AS yang akan menjadi bagian utama dari kebijakan perdagangan baru pemerintahannya. FOTO/AP
A A A
JAKARTA - Awal April 2025 menjadi babak baru dalam dinamika ekonomi global, setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif impor baru terhadap 160 negara. Tak terkecuali Indonesia, yang dikenakan tarif impor sebesar 32%, salah satu yang tertinggi di antara negara-negara ASEAN.

Kebijakan ini disebut Trump sebagai Liberation Day, yang ia klaim sebagai bentuk keadilan perdagangan global. Namun dampaknya justru berpotensi menjadi mimpi buruk bagi negara-negara berkembang termasuk Indonesia.

Direktur Program Pascasarjana ITB Ahmad Dahlan Jakarta sekaligus Wakil Ketua Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Mukhaer Pakkanna, menilai kebijakan tarif ini bisa menjadi malapetaka ekonomi nasional jika tidak ditanggapi dengan langkah cepat dan strategis.

"Kita sedang menghadapi situasi di mana daya beli masyarakat tengah terpuruk, konsumsi domestik melemah, dan jutaan orang dari kelas menengah telah jatuh ke garis kemiskinan. Dalam kondisi seperti ini, tarif Trump justru menjadi pukulan telak berikutnya," ujar Mukhaer dalam pernyataannya, Sabtu (5/4/2025).

Baca Juga: Trump Umumkan Tarif Semua Barang Impor ke AS, Indonesia Kena 32%
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Rekomendasi
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
15.080 Peserta Siap...
15.080 Peserta Siap Ikuti Riau Bhayangkara Run 2026
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
Infografis
Daftar Lengkap 14 Negara...
Daftar Lengkap 14 Negara yang Diancam Tarif Baru Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved