Begini Cara Hartono Bersaudara Sulap Bisnis Keluarga Jadi Kerajaan Global Senilai Rp763 Triliun
Kamis, 19 Desember 2024 - 08:40 WIB
loading...
A
A
A
"Jangan pernah merusak kepercayaan seseorang. Sekali Anda melakukannya, tidak ada yang mau berbisnis dengan Anda," katanya.
Baca Juga: Rusia Marah Jenderalnya Dibunuh: Negara-negara NATO Jadi Target Sah!
Michael, di sisi lain, lebih sering menjadi sorotan media daripada adiknya. Dia mewakili Indonesia di Asian Games 2018 (Asiad) di cabang olahraga bridge dan membantu timnya meraih medali perunggu di nomor beregu Supermixed, membuatnya menjadi orang Indonesia tertua yang memenangkan medali Asian Games.
Dia telah bermain bridge sejak usia enam tahun dan menikmati tantangan yang dihadirkan oleh permainan kartu ini. Namun, dia mengakui bahwa itu bukan prioritas utamanya dan dia memiliki hobi lain, seperti musik dan tai chi, seni bela diri China. "Prioritas utama tentu saja keluarga. Nomor dua adalah bisnis," katanya.
Mengenai pandangannya dalam berbisnis, taipan Indonesia ini mengibaratkannya seperti permainan bridge. "Pertama, Anda mendapatkan data, informasi. Anda menganalisa informasi tersebut, dan kemudian Anda membuat keputusan. Jadi bisnis, kehidupan nyata dan bridge adalah sama. Pengambilan keputusan juga sama," jelasnya.
"Anda harus terkoordinasi, Anda harus berhati-hati, ada hal-hal yang tidak Anda duga. Anda harus tahu apa yang mungkin terjadi, namun terkadang hal yang tidak mungkin menjadi mungkin."
Baca Juga: Rusia Marah Jenderalnya Dibunuh: Negara-negara NATO Jadi Target Sah!
Michael, di sisi lain, lebih sering menjadi sorotan media daripada adiknya. Dia mewakili Indonesia di Asian Games 2018 (Asiad) di cabang olahraga bridge dan membantu timnya meraih medali perunggu di nomor beregu Supermixed, membuatnya menjadi orang Indonesia tertua yang memenangkan medali Asian Games.
Dia telah bermain bridge sejak usia enam tahun dan menikmati tantangan yang dihadirkan oleh permainan kartu ini. Namun, dia mengakui bahwa itu bukan prioritas utamanya dan dia memiliki hobi lain, seperti musik dan tai chi, seni bela diri China. "Prioritas utama tentu saja keluarga. Nomor dua adalah bisnis," katanya.
Mengenai pandangannya dalam berbisnis, taipan Indonesia ini mengibaratkannya seperti permainan bridge. "Pertama, Anda mendapatkan data, informasi. Anda menganalisa informasi tersebut, dan kemudian Anda membuat keputusan. Jadi bisnis, kehidupan nyata dan bridge adalah sama. Pengambilan keputusan juga sama," jelasnya.
"Anda harus terkoordinasi, Anda harus berhati-hati, ada hal-hal yang tidak Anda duga. Anda harus tahu apa yang mungkin terjadi, namun terkadang hal yang tidak mungkin menjadi mungkin."
(nng)
Lihat Juga :