ASPPHAMI-DATUM Teken Kerjasama Digitalisasi Bisnis Pengendalian Hama

Kamis, 23 Januari 2020 - 19:16 WIB
ASPPHAMI-DATUM Teken...
ASPPHAMI-DATUM Teken Kerjasama Digitalisasi Bisnis Pengendalian Hama
A A A
JAKARTA - Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (ASPPHAMI) bersama perusahaan teknologi informasi dan komunikasi asal Malaysia, DATUM menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk meningkatkan pemanfaatan teknologi melalui integrasi sistem berbasis digital dalam bisnis sektor jasa pengendalian hama.

Penandatanganan PKS dilakukan dalam perhelatan Pra Musyawarah Nasional ASPPHAMI yang dilaksanakan di Swiss Belhotel Airport Jakarta, Kamis (23/1/2020). Munas ASPPHAMI rencananya akan digelar di Bali pada 15-17 April 2020 mendatang.

"Saat ini hanya ada di Malaysia, regional yang terdekat dengan Indonesia yang dapat memenuhi kebutuhan integrasi sistem berbasis digital selain Amerika. Perusahaan IT di Indonesia belum ada yang dapat memenuhi kebutuhan integrasi sistem untuk bisnis pengendalian hama," ungkap Ketua Bidang Penelitian, Pengembangan, Pendidikan, Pelatihan dan Usaha DPP ASPPHAMI, Ida Rosyidah.

Ida mengatakan, saat ini perusahaan-perusahaan pengendalian hama, utamanya yang masih UKM perlu didorong memanfaatkan teknologi yang terjangkau untuk menunjang bisnis, mendapatkan pasar dan menghadapi persaingan dengan pemain-pemain besar di sektor pengendalian hama.

"Integrasi sistem berbasis digital yang diperlukan adalah M4, yakni Memasar, Mengelola, Mengukur dan Mengembangkan. Semua aspek akan melibatkan teknologi sampai kepada sistem penjadwalan untuk perusahaan, database, otomatisasi, pengukuran hingga pada sistem layanan dan pemeliharaan," ungkap Ida.

Ketua Umum DPP ASPPHAMI, Boyke Arie Pahlevi, menyampaikan persaingan usaha pest control (pengendalian hama) di Indonesia saat ini bukan hanya sebatas pada bagaimana mendapatkan pasar, tetapi sudah pada tingkat persaingan sistem integrasi digital.

"Pemain besar pest control di Indonesia sekarang ini sedang aktif dan memasarkan secara masif sistem digital pest control kepada pengguna jasa. Hal ini kalau tidak diantisipasi oleh pemain lokal, maka para pemain lokal dikhawatirkan akan menjadi penonton dikandang sendiri," kata Boyke kepada SINDOnews di Jakarta, Kamis (23/1/2020).

Dia memprediksikan dalam waktu yang tidak cukup lama, pasar pest control akan bergeser dari pasar yang menggunakan jasa konvensional ke pasar yang menggunakan jasa pest control berbasis sistem integrasi digital.

"Sistem integrasi digital M4 dapat membantu para pelaku usaha pest control yang mayoritas UKM untuk mengelola, mengukur dan mengembangkan bisnisnya. M4 Memudahkan alur kerja, dan dapat membantu menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan otomatisasi dan optimalisasi kinerja. Kita harapkan teknologi ini bisa segera diadopsi untuk meningkatkan efisiensi dan menjadi kompetitif, serta memenuhi tantangan bisnis pengendalian hama di era digital," papar Boyke.

CEO DATUM, Davis menyampaikan saat ini Sistem Integrasi Digital M4 sudah banyak digunakan oleh perusahaan pest control di Malaysia, Singapura dan Vietnam.

"Indonesia pasar yang cukup besar untuk bisnis pest control, kami meyakini sistem integrasi digital M4 dapat diterima dengan baik dan diterapkan optimal oleh pasar pest control Indonesia," pungkas Davis.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perangi Covid-19, ASPPHAMI...
Perangi Covid-19, ASPPHAMI Semprot Disinfektan Rumah Ibadah Secara Serentak
Bangun Usaha Pengendalian...
Bangun Usaha Pengendalian Hama, Maigus Tinus Utamakan Standar dan K3
Pengembangan Industri...
Pengembangan Industri Pengendalian Hama Masih Hadapi Sejumlah Tantangan
Pandu Sjahrir: Pajak...
Pandu Sjahrir: Pajak Perusahaan Digital Beri Nilai Tambah ke Indonesia
Edukasi Pengendalian...
Edukasi Pengendalian Hama, PPI Gelar Demspray dan Penyuluhan ke Petani di Bali
Pelaku Usaha Pengendalian...
Pelaku Usaha Pengendalian Hama Kesulitan Perpanjang Izin
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
53 menit yang lalu
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
1 jam yang lalu
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
1 jam yang lalu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
1 jam yang lalu
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
2 jam yang lalu
Infografis
Korea Utara dan Rusia...
Korea Utara dan Rusia Teken Pakta Saling Bantu Jika Diserang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved