Bisnis Pergudangan Makin Gurih, Sumbang hingga Rp345 Triliun

Kamis, 19 Desember 2024 - 17:54 WIB
loading...
Bisnis Pergudangan Makin...
Foto: Doc. Istimewa
A A A
Industri pergudangan di Indonesia terus bertumbuh. Berdasarkan laporan Biro Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Lapangan Usaha (LU) transportasi dan pergudangan menjadi yang tertinggi kedua setelah segmen akomodasi makan dan minum.

Bisnis ini mencatat pertumbuhan hingga 9,56% year on year (YoY) serta menyumbang Rp345,6 triliun ke PDB sepanjang triwulan II/2024.

Senada dengan BPS, Colliers International juga melaporkan bahwa sampai akhir tahun 2023, terjadi peningkatan permintaan ruang sewa penyimpanan atau pergudangan di empat kota, yakni Jakarta, Semarang, Solo dan Surabaya.

Colliers juga melaporkan, dalam lima hingga tujuh tahun terakhir, industri pergudangan di Indonesia berkembang secara substansial.

Jika sebelumnya perusahaan hanya menyediakan lahan, kini industri pergudangan telah bergeser ke arah pelayanan yang lebih substansial, yaitu menyediakan beragam fasilitas modern demi kepuasan pelanggan.

Hal ini yang diamini oleh CEO PT Multi Colour Indah Indonesia (Mulcindo), Suwirja Dinata, yang mengelola pergudangan “Simba” (Simpan Barang) di Gresik, Jawa Timur.

“Saat ini industri pergudangan mengalami pergeseran yang substansial, yakni bagaimana menyediakan beragam fasilitas untuk mendukung sistem pergudangan itu sendiri. Jika dulu perusahaan hanya menyediakan lahan sebagai tempat penyimpanan, kini para penyewa juga mencari fasilitas apa saja yang tersedia di gudang tersebut,” ujar Suwirja.

“Simba” yang dikelola oleh Mulcindo hadir untuk menjawab tantangan tersebut. Suwirja mengungkapkan, “Simba” merupakan solusi rantai logistik yang tepat untuk kebutuhan bisnis, karena menyediakan lima keunggulan.

Lima keunggulan tersebut adalah pertama, tersedianya alat penimbangan yang berfungsi untuk mengukur berat kendaraan beserta kendaraannya. Kedua, “Simba” menyediakan fasilitas pengangkutan menggunakan forklift berkapasitas hingga 16 ton.

“Crane ini berfungsi untuk mengangkat material dengan berat hingga 32 ton,” ujar Suwirja.

Menurut Suwirja, industri pergudangan merupakan bisnis yang mengutamakan keamanan penyimpanan barang. Karenanya “Simba” sangat memperhatikan hal tersebut.

“Simba” dilengkapi sistem keamanan 24 jam, di antaranya memberlakukan one gate system sehingga keluar masuk barang akan selalu terdeteksi.

“Selain itu kami juga menyediakan petugas keamanan yang terlatih dan bekerja menjaga keamanan selama 24 jam nonstop,” tambah Suwirja.

Keunggulan kelima, “Simba” dilengkapi kamera CCTV selama 24 jam penuh.
“Merekam dan menampilkan video secara langsung memantau suatu tempat. CCTV berfungsi secara penuh selama 24 jam sehingga meningkatkan fungsi keamanan gudang,” terang Suwirja.

“Simba” berlokasi di Jl. Mayjen Sungkono No.18, Gresik. Lokasi ini sangat strategis karena berdekatan dengan Pelabuhan Perak Surabaya sebagai salah satu pelabuhan tersibuk di Indonesia.

“Jarak dari Pelabuhan Perak Surabaya ke lokasi pergudangan kami hanya 25 menit melalui Tol Surabaya-Gresik,” kata Suwirja.

Selain itu, lokasi Simba yang berada di Gresik menjadi alternatif yang tepat di tengah mulai tingginya permintaan sewa gudang di Surabaya.

“Saat ini permintaan sewa gudang di Surabaya memang tinggi, sehingga membuat harga penawaran pun meningkat. Di tengah tingginya penawaran, Gresik menjadi lokasi alternatif yang tepat karena menawarkan harga sewa yang lebih kompetitif,’ tutup Suwirja.
(tar)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
OveerPOS Dorong Efisiensi...
OveerPOS Dorong Efisiensi Bisnis lewat Integrasi Transaksi dan Pajak
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
Modernland Realty Dorong...
Modernland Realty Dorong Pertumbuhan Bisnis Berbasis Keberlanjutan
Menuju Tujuh Dekade...
Menuju Tujuh Dekade Astra: Perkuat Fokus Strategis untuk Dorong Pertumbuhan Perusahaan
Perang AS-Israel Lawan...
Perang AS-Israel Lawan Iran Bikin Badai Ekonomi ke Seluruh Dunia, Sektor Bisnis Tekor Rp441 Triliun
VFive Group Ekspansi...
VFive Group Ekspansi ke Sektor Energi dan Kesehatan di Indonesia
Layanan Laundry Kian...
Layanan Laundry Kian Menjadi Bagian Gaya Hidup Modern
Grab Business Forum...
Grab Business Forum 2026 Jadi Wadah Kolaborasi Pemimpin Bisnis
Rakernas Inkopotren...
Rakernas Inkopotren 2026 Fokus Dorong UMKM Pesantren Go Internasional
Rekomendasi
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Asosiasi Dosen Ilmu...
Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia: Jokowi Apresiasi UU Polri Baru
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved