AS Melunak, 2 Negara NATO Ini Boleh Bayar Gas Rusia ke Gazprombank
Sabtu, 21 Desember 2024 - 09:27 WIB
loading...
Turki dan Hungaria mendapat pengecualian dari AS untuk bertransaksi dengan Gazprombank yang dikenai sanksi. FOTO/Moscow Times
A
A
A
ISTANBUL - Turki dan Hungaria menyatakan mereka telah menerima pengecualian untuk pembayaran gas ke Rusia setelah Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi pada Gazprombank, yang menghapus rintangan besar bagi perdagangan gas dengan Moskow.
Padahal, AS pada bulan November lalu telah menjatuhkan sanksi baru atas konflik Ukraina pada Gazprombank Rusia, salah satu bank terbesar di negara itu yang menerima pembayaran gas alam dari pelanggan Gazprom di Eropa.
Baca Juga: Mantan Kanselir Jerman Angela Merkel: Gas Rusia Adalah Win-win Solution
Turki, Hungaria, dan Slovakia telah menggunakan bank tersebut untuk melakukan pembayaran dan sejak itu telah mencari klarifikasi dan mengeksplorasi cara lain untuk membayar. Turki dan Hungaria telah meminta pengecualian kepada AS. Mengutip Reuters, Sabtu (21/12/2024), Menteri Energi Turki Alparslan Bayraktar mengatakan pengecualian itu telah diberikan.
Turki mengimpor hampir semua kebutuhan gasnya, dengan Rusia sebagai pemasok utama, menyediakan lebih dari 50% impor pipa negara itu, mencapai 21,1 bcm tahun lalu.
Padahal, AS pada bulan November lalu telah menjatuhkan sanksi baru atas konflik Ukraina pada Gazprombank Rusia, salah satu bank terbesar di negara itu yang menerima pembayaran gas alam dari pelanggan Gazprom di Eropa.
Baca Juga: Mantan Kanselir Jerman Angela Merkel: Gas Rusia Adalah Win-win Solution
Turki, Hungaria, dan Slovakia telah menggunakan bank tersebut untuk melakukan pembayaran dan sejak itu telah mencari klarifikasi dan mengeksplorasi cara lain untuk membayar. Turki dan Hungaria telah meminta pengecualian kepada AS. Mengutip Reuters, Sabtu (21/12/2024), Menteri Energi Turki Alparslan Bayraktar mengatakan pengecualian itu telah diberikan.
Turki mengimpor hampir semua kebutuhan gasnya, dengan Rusia sebagai pemasok utama, menyediakan lebih dari 50% impor pipa negara itu, mencapai 21,1 bcm tahun lalu.
Lihat Juga :