Dihantam Corona, Produk Olahan Ternak Tetap Laris Manis di Jepang
Selasa, 01 September 2020 - 16:56 WIB
loading...
A
A
A
Sebab, kata dia, Jepang termasuk negara yang paling ketat dalam hal keamanan pangan, dan semua produk yang kita ekspor ini telah disertai Sertifikat Veterinary Health Certificate (VHC) sebagai jaminan kemanan pangan dari Indonesia kepada Jepang, sehingga olahan pertanian Indonesia aman dikomsumsi warga Jepang.
Syahrul menjelaskan, potensi pasar produk makanan olahan berbasis unggas di Jepang maupun negara lainnya masih sangat terbuka lebar. Dia berharap agar seluruh pihak dapat secara cerdas memanfaatkan peluang - peluang pasar yang dibentuk akibat pademi covid 19 saat ini yang sudah sangat mengkhawatirkan.
"Dengan keberhasilan kita menembus pasar Jepang ini, Indonesia akan lebih percaya diri untuk memasuki pasar di negara-negara lain. Sesuai arahan Presiden jangan ada yang diam, semua harus bergerak, targetnya meningkat 10 kali lipat, saya berharap kita semua dapat menjaga konsistensi mutu dan efisiensi sehingga dapat terus bersaing," harapnya.
Syahrul mengatakan ekspor dapat menjadi salah satu upaya yang strategis untuk membangun perekonomian dan harga diri bangsa. Untuk itu dia berharap peluang ekspor ini dapat turut membuka peluang kerjasama para pengusaha dengan peternak ayam mandiri. Apalagi, unggas Indonesia salah satu yang terbaik di dunia.
Direktur Malindo Group, Lau Joo Hwa mengatakan ekspor perdana makanan olahan ke negara Jepang dapat dijadikan momentum bagi seluruh pihak ikut berperan membangun bangsa dan negara."Semoga ekspor ini dapat memberi energi yang luar biasa untuk kami dan seluruh pihak dalam mencari peluang - peluang pasar ekspor lainnya," katanya.
Syahrul menjelaskan, potensi pasar produk makanan olahan berbasis unggas di Jepang maupun negara lainnya masih sangat terbuka lebar. Dia berharap agar seluruh pihak dapat secara cerdas memanfaatkan peluang - peluang pasar yang dibentuk akibat pademi covid 19 saat ini yang sudah sangat mengkhawatirkan.
"Dengan keberhasilan kita menembus pasar Jepang ini, Indonesia akan lebih percaya diri untuk memasuki pasar di negara-negara lain. Sesuai arahan Presiden jangan ada yang diam, semua harus bergerak, targetnya meningkat 10 kali lipat, saya berharap kita semua dapat menjaga konsistensi mutu dan efisiensi sehingga dapat terus bersaing," harapnya.
Syahrul mengatakan ekspor dapat menjadi salah satu upaya yang strategis untuk membangun perekonomian dan harga diri bangsa. Untuk itu dia berharap peluang ekspor ini dapat turut membuka peluang kerjasama para pengusaha dengan peternak ayam mandiri. Apalagi, unggas Indonesia salah satu yang terbaik di dunia.
Direktur Malindo Group, Lau Joo Hwa mengatakan ekspor perdana makanan olahan ke negara Jepang dapat dijadikan momentum bagi seluruh pihak ikut berperan membangun bangsa dan negara."Semoga ekspor ini dapat memberi energi yang luar biasa untuk kami dan seluruh pihak dalam mencari peluang - peluang pasar ekspor lainnya," katanya.
Lihat Juga :