Siap Hadapi Kenaikan PPN Jadi 12 Persen, Pemerintah Beri Sederet Insentif bagi Masyarakat
Sabtu, 28 Desember 2024 - 13:30 WIB
loading...
A
A
A
Pemerintah Indonesia telah mencanangkan paket stimulus dengan mempertimbangkan secara seimbang sisi permintaan kelompok menengah ke bawah. Hal tersebut guna menjaga daya beli masyarakat dan menstimulasi perekonomian. Bahkan, proyeksi angka insentif kenaikan tarif PPN 12 persen disebut lebih besar dari 2020 saat menghadapi pandemi Covid-19.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, untuk mendesain paket stimulus ini telah mempertimbangkan secara seimbang sisi permintaan terutama kelompok menengah ke bawah yang tetap dimaksimalkan untuk dilindungi perlindungannya dan bantuannya.
Pemerintah juga berkomitmen untuk terus menerima dan mendengar berbagai masukan guna memperbaiki sistem dan kebijakan perpajakan yang berkeadilan.
“Ini adalah sebuah paket lengkap komprehensif. Dengan terus melihat data, mendengar semua masukan, memberikan keseimbangan, dan menjalankan tugas kita untuk menggunakan APBN dan perpajakan sebagai instrumen menjaga ekonomi, mewujudkan keadilan dan gotong royong,” tuturnya.
Menurut Peneliti Ekonomi di Indonesia Development Economics and Finance (INDEF) Ariyo Irhamna, paket stimulus yang diberikan juga bisa menjadi solusi jangka panjang apabila dirancang dengan baik.
“Paket stimulus yang tepat sasaran dapat membantu masyarakat menengah bawah dan UMKM, tetapi jika tidak dirancang dengan baik, hanya akan menjadi solusi sementara tanpa dampak panjang,” tuturnya.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, untuk mendesain paket stimulus ini telah mempertimbangkan secara seimbang sisi permintaan terutama kelompok menengah ke bawah yang tetap dimaksimalkan untuk dilindungi perlindungannya dan bantuannya.
Pemerintah juga berkomitmen untuk terus menerima dan mendengar berbagai masukan guna memperbaiki sistem dan kebijakan perpajakan yang berkeadilan.
“Ini adalah sebuah paket lengkap komprehensif. Dengan terus melihat data, mendengar semua masukan, memberikan keseimbangan, dan menjalankan tugas kita untuk menggunakan APBN dan perpajakan sebagai instrumen menjaga ekonomi, mewujudkan keadilan dan gotong royong,” tuturnya.
Menurut Peneliti Ekonomi di Indonesia Development Economics and Finance (INDEF) Ariyo Irhamna, paket stimulus yang diberikan juga bisa menjadi solusi jangka panjang apabila dirancang dengan baik.
“Paket stimulus yang tepat sasaran dapat membantu masyarakat menengah bawah dan UMKM, tetapi jika tidak dirancang dengan baik, hanya akan menjadi solusi sementara tanpa dampak panjang,” tuturnya.
(ars)
Lihat Juga :