Siap Hadapi Kenaikan PPN Jadi 12 Persen, Pemerintah Beri Sederet Insentif bagi Masyarakat
Sabtu, 28 Desember 2024 - 13:30 WIB
loading...
A
A
A
Selanjutnya, pemerintah juga memberikan insentif untuk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) dan kendaraan bermotor hybrid. Sementara, pada sektor perumahan bakal diberikan PPN DTP pembelian rumah. Adanya subsidi di sektor perumahan ini bermaksud pemerintah akan menanggung PPN pembelian rumah dengan harga jual sampai Rp5 miliar atas Rp2 miliar pertama, skema diskon 100 persen pada Januari-Juni 2025 dan 50 persen untuk Juli-Desember 2025.
Kemudian untuk UMKM adanya perpanjang insentif PPh final 0,5 persen hingga 2025 untuk pelaku UMKM dengan omzet kurang dari Rp500 juta per tahun dibebaskan pajak. Pada sektor padat karya diberikan subsidi 5 persen untuk revitalisasi mesin dan insentif PPh pasal 21 ditanggung pemerintah untuk pekerja berpendapatan hingga Rp10 juta per bulan.
Insentif Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Kehadiran insentif, disebut Josua, dapat berpotensi positif pada pertumbuhan ekonomi, misalnya yang pertama, insentif untuk sektor rumah tangga dapat meringankan beban belanja sehingga bisa menjaga konsumsi yang menjadi pendorong utama PDB Indonesia.
“Kedua, kebijakan seperti insentif pajak dan program perlindungan sosial bagi UMKM membantu sektor ini bertahan dan berkembang. UMKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia, berkontribusi signifikan pada penciptaan lapangan kerja dan pendapatan nasional,” kata Josua.
Ketiga, lanjutnya, perbaikan dalam penyaluran subsidi energi untuk kelompok miskin dapat mengurangi ketimpangan dan meningkatkan kesejahteraan. Penghematan anggaran dari subsidi yang lebih efisien dapat dialokasikan untuk belanja produktif seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.
Keempat, pengalihan anggaran subsidi energi ke infrastruktur dan sektor industri padat karya menciptakan multiplier effect, seperti peningkatan produktivitas dan daya saing ekonomi.
Josua menjelaskan, keberhasilan stimulus dan insentif dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang dengan ketepatan sasaran, alokasi anggaran yang efisien, dan pengelolaan risiko eksternal turut menjadi faktor pendukung di antaranya. Sebaliknya, melalui strategi yang tepat insentif bisa menjadi landasan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“Dengan strategi yang tepat, insentif ini tidak hanya menjaga daya beli masyarakat tetapi juga menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ucapnya.
Kemudian untuk UMKM adanya perpanjang insentif PPh final 0,5 persen hingga 2025 untuk pelaku UMKM dengan omzet kurang dari Rp500 juta per tahun dibebaskan pajak. Pada sektor padat karya diberikan subsidi 5 persen untuk revitalisasi mesin dan insentif PPh pasal 21 ditanggung pemerintah untuk pekerja berpendapatan hingga Rp10 juta per bulan.
Insentif Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Kehadiran insentif, disebut Josua, dapat berpotensi positif pada pertumbuhan ekonomi, misalnya yang pertama, insentif untuk sektor rumah tangga dapat meringankan beban belanja sehingga bisa menjaga konsumsi yang menjadi pendorong utama PDB Indonesia.
“Kedua, kebijakan seperti insentif pajak dan program perlindungan sosial bagi UMKM membantu sektor ini bertahan dan berkembang. UMKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia, berkontribusi signifikan pada penciptaan lapangan kerja dan pendapatan nasional,” kata Josua.
Ketiga, lanjutnya, perbaikan dalam penyaluran subsidi energi untuk kelompok miskin dapat mengurangi ketimpangan dan meningkatkan kesejahteraan. Penghematan anggaran dari subsidi yang lebih efisien dapat dialokasikan untuk belanja produktif seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.
Keempat, pengalihan anggaran subsidi energi ke infrastruktur dan sektor industri padat karya menciptakan multiplier effect, seperti peningkatan produktivitas dan daya saing ekonomi.
Josua menjelaskan, keberhasilan stimulus dan insentif dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang dengan ketepatan sasaran, alokasi anggaran yang efisien, dan pengelolaan risiko eksternal turut menjadi faktor pendukung di antaranya. Sebaliknya, melalui strategi yang tepat insentif bisa menjadi landasan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“Dengan strategi yang tepat, insentif ini tidak hanya menjaga daya beli masyarakat tetapi juga menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ucapnya.
Lihat Juga :