alexametrics

Terbesar dalam Sejarah, Utang Krakatau Steel Mencapai Rp40 Triliun

loading...
Terbesar dalam Sejarah, Utang Krakatau Steel Mencapai Rp40 Triliun
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mengumumkan kondisi perusahan baja nasional, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, yang sedang memuai. Erick mengatakan saat ini, perseroan sedang terlilit utang hingga Rp40 triliun, merupakan terbesar dalam sejarah.

Karena itu, Erick akan melakukan restrukturisasi utang Krakatau Steel. "Hari ini, kami akan mengumumkan restrukturisasi utang Krakatau Steel sebesar Rp40 triliun," ujarnya di Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Menurutnya, restrukturisasi BUMN industri baja tersebut harus segera dijalankan agar perusahaan dapat membenahi masalah operasional. "Habis restrukturisasi, ada lagi isu yang menunggu, yakni operasional. Kita inginkan direksi BUMN kita akan terbuka," jelasnya.



Sebagai informasi, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk sedang menyelesaikan restrukturisasi utang yang mencapai USD2,2 miliar. Perusahaan dengan kode emiten KRAS ini, menyatakan pelunasan utang baru bisa selesai 10 tahun mendatang.

Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim, berjanji bakal menyelesaikan utang yang besar tersebut hingga 10 tahun ke depan, terhitung mulai 2019. Pihaknya menargetkan penyelesaiaan restrukturisasi utang ke semua bank tempat mereka meminjam utang. Terdiri dari CIMB Niaga, Standard Chartered, OCBC, dan DBS.

"Skemanya adalah satu, kita melakukan reschedule utang. Kita langsung akhir saja ke 10 tahun dengan cicilan bersahabat, sesuai kemampuan Krakatau Steel yaitu secara bertahap," katanya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak