Ekonomi Rusia dalam Bahaya, Putin Diminta Pilih Mentega atau Senjata
Senin, 30 Desember 2024 - 08:49 WIB
loading...
Presiden Rusia Vladimir Putin dalam menghadiri pertemuan dengan para aktivis kampanye pemilihannya di Moskow, Rusia, Rabu (31/1/2024). FOTO/AP
A
A
A
JAKARTA - Perang skala penuh Rusia melawan Ukraina terus berlanjut dengan intensitas tak kunjung reda berakibat pada konsekuensi ekonomi. Menjelang tahun baru acara yang dulunya penuh kegembiraan kini tampak lebih seperti hitungan mundur yang suram di Rusia.
Seorang pakar Rusia terkemuka, Mark Galeotti telah memperingatkan bahwa jika perang Rusia-Ukraina berlanjut hingga 2025, Putin harus mulai membuat pilihan serius.
"Putin semakin dekat ke titik di mana ia harus membuat pilihan serius antara senjata atau mentega. Jika perang berlarut-larut hingga 2025 atau ia akan menghadapi panggilan baru, yang tak terduga pada sumber dayanya," tulis Galeotti dalam sebuah kolom untuk The Spectator dilansir dari Daily Express, Senin (30/12/2024).
Baca Juga: Deretan Prediksi Baba Vanga dan Ramalannya yang Jadi Kenyataan
"Orang Rusia biasa mungkin tidak mengikuti ekonomi makro, tetapi serentetan artikel di media tentang bagaimana menjadi tuan rumah Malam Tahun Baru dengan anggaran terbatas, serta menjalankan jenis sampanye yang lebih murah, menunjukkan bahwa mereka merasakannya."
Seorang pakar Rusia terkemuka, Mark Galeotti telah memperingatkan bahwa jika perang Rusia-Ukraina berlanjut hingga 2025, Putin harus mulai membuat pilihan serius.
"Putin semakin dekat ke titik di mana ia harus membuat pilihan serius antara senjata atau mentega. Jika perang berlarut-larut hingga 2025 atau ia akan menghadapi panggilan baru, yang tak terduga pada sumber dayanya," tulis Galeotti dalam sebuah kolom untuk The Spectator dilansir dari Daily Express, Senin (30/12/2024).
Baca Juga: Deretan Prediksi Baba Vanga dan Ramalannya yang Jadi Kenyataan
"Orang Rusia biasa mungkin tidak mengikuti ekonomi makro, tetapi serentetan artikel di media tentang bagaimana menjadi tuan rumah Malam Tahun Baru dengan anggaran terbatas, serta menjalankan jenis sampanye yang lebih murah, menunjukkan bahwa mereka merasakannya."
Lihat Juga :