China Tuduh AS Pakai Isu Keamanan Nasional untuk Berangus Perusahaan China

Selasa, 01 September 2020 - 18:52 WIB
loading...
China Tuduh AS Pakai...
China menuduh AS sengaja memggunakan isu keamanan nasional untuk menindak perusahaan-perusahaan China. Foto/Ilustrasi
A A A
BEIJING - China menuduh Amerika Serikat (AS) menggunakan isu "keamanan nasional" sebagai alasan untuk menindak perusahaan-perusahaan China. Pernyataan itu menjadi tanggapan China beberapa hari setelah Pentagon memasukkan 11 perusahaan China lainnya ke alam daftar perusahaan yang dimiliki atau dikendalikan oleh militer China.

"Saya tidak berpikir perilaku semacam ini akan bermanfaat bagi AS," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying kepada wartawan pada briefing harian, seperti dikutip Reuters, Selasa (1/9/2020).

(Baca Juga: Ketegangan Meningkat, China Tahan Pembawa Acara TV Asal Australia)

Menurutnya, AS telah berulang kali menyalahgunakan konsep keamanan nasional, menyalahgunakan kekuatan nasional, dan menindas perusahaan China tertentu. Di bagian lain, dia menegaskan bahwa perusahaan China selalu mematuhi peraturan dan prinsip pasar.

Pentagon pada hari Jumat (28/8) mendaftarkan 11 perusahaan, termasuk raksasa konstruksi China Communications Construction Co, China Three Gorges Corporation Limited, Sinochem Group Co Ltd dan China Spacesat, sebagai perusahaan yang memiliki hubungan dengan militer China. Langkah itu meletakkan dasar bagi potensi pemberian sanksi bagi perusahaan yang bersangkutan oleh pemerintah AS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Matikan Selat Hormuz!...
Matikan Selat Hormuz! AS dan Irak Deal Bangun Jalur Pipa Minyak Senilai Rp1.074 triliun
AS-Iran Saling Gempur,...
AS-Iran Saling Gempur, Harga Minyak Dunia Melonjak Tembus USD88 per Barel
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Rekomendasi
Istana: Presiden Prabowo...
Istana: Presiden Prabowo Bakal Angkat Jampidsus Definitif dalam 1-2 Hari
Program Berkelanjutan...
Program Berkelanjutan Kesehatan Jangkau Lebih dari 16.500 Orang
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Berita Terkini
Bos DJP soal Libatkan...
Bos DJP soal Libatkan Babinsa Awasi Pajak: Tak Perlu Digoreng-goreng
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Naik 1,74% ke Level 6.340
Bawa Semangat Slow Fashion,...
Bawa Semangat Slow Fashion, 7 UMKM Jogja Siap Menembus Pasar Lebih Luas di INACRAFT 2026
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved