Gabung Jadi Negara Mitra BRICS di 2025, Thailand Masih Incar Anggota Penuh

Senin, 30 Desember 2024 - 16:34 WIB
loading...
Gabung Jadi Negara Mitra...
Thailand secara resmi menerima undangan Rusia untuk menjadi negara mitra BRICS per 1 Januari 2025, mendatang. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Thailand secara resmi menerima undangan Rusia untuk menjadi negara mitra BRICS per 1 Januari 2025, mendatang. Status sebagai negara mitra baru disetujui pada KTT BRICS di Kazan pada bulan Oktober, lalu dimana ada lebih dari 30 proposal negara yang ingin bergabung.

Pada pekan lalu, kabinet Thailand menyetujui keputusan seperti dilaporkan media lokal. Berbicara kepada pers, juru bicara Nikondet Phalangkun mengatakan, bahwa Menteri Luar Negeri Thailand Maris Sangiampongsa telah mengirim surat kepada mitranya dari Rusia yang mengkonfirmasi persetujuan kerajaan untuk menjadi negara mitra BRICS, menurut TASS.

BRICS awalnya terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, dan diperluas tahun ini mencakup Mesir, Iran, Ethiopia, dan Uni Emirat Arab. Baca Juga: Ancaman Tarif Trump Dianggap Sepi, 20 Negara Ingin Gabung BRICS

Pada 31 Oktober, Thailand menerima undangan resmi dari Rusia, yang saat ini memegang kepresidenan bergilir kelompok negara berkembeng terdepan tersebut, untuk menjadi mitra BRICS.

"Memperoleh status negara mitra BRICS merupakan langkah penting bagi Thailand untuk bergabung dengan BRICS sebagai anggota penuh di masa depan. Ini adalah langkah pertama di jalan ini," kata TASS mengutip Phalangkun.

Negara-negara mitra diberikan partisipasi permanen dalam sesi khusus KTT BRICS dan pertemuan menteri luar negeri, serta acara tingkat tinggi lainnya. Mitra juga dapat berkontribusi pada dokumen hasil group.

Status baru ini diharapkan dapat meningkatkan hubungan Thailand dengan anggota lain dari kelompok BRICS dan memberikan peluang baru untuk mengembangkan ekonominya, ungkap juru bicara itu menjelaskan.

Thailand sebelumnya mengatakan sedang mencari keanggotaan penuh di BRICS. Kementerian Luar Negeri mengutarakan, bahwa bergabung dengan BRICS akan menguntungkan negara dengan meningkatkan perdagangan, investasi, ketahanan pangan dan energi.

Sebelumnya ajudan presiden Rusia, Yuri Ushakov mengumumkan bahwa sembilan negara akan secara resmi menjadi negara mitra BRICS. Pejabat senior Kremlin itu menekankan, pentingnya status negara mitra, dan menyebut Belarusia, Bolivia, Indonesia, Kazakhstan, Thailand, Kuba, Uganda, Malaysia, dan Uzbekistan sebagai negara-negara yang akan menerimanya pada 1 Januari 2025.

Baca Juga: Arab Saudi Bekukan Tawaran Gabung BRICS, Ancaman Tarif Trump Berhasil?

Lebih dari dua lusin negara telah menunjukkan minat untuk bekerja sama dengan BRICS, menurut Ushakov. Negara-negara tersebut adalah Azerbaijan, Bangladesh, Bahrain, Burkina Faso, Venezuela, Honduras, Zimbabwe, Kamboja, Kolombia, Republik Kongo, Laos, Kuwait, Maroko, Myanmar, Nikaragua, Pakistan, Palestina, Senegal, Suriah, Chad, Sri Lanka, Guinea Khatulistiwa dan Sudan Selatan.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Menguak di Balik Lawatan...
Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun
Dolar AS Mulai Dikepung,...
Dolar AS Mulai Dikepung, Mampukah BRICS Meruntuhkan Dominasi Greenback?
BRICS Jadi Senjata Terakhir...
BRICS Jadi Senjata Terakhir Indonesia jika Impor 150 Juta Ton Barel Minyak Rusia Batal
Iran Desak BRICS Hancurkan...
Iran Desak BRICS Hancurkan Kekebalan AS, Sinyal Pergeseran Blok Ekonomi ke Aliansi Militer?
Dominasi Dolar AS Kembali...
Dominasi Dolar AS Kembali Menguat, Pangsa Transaksi Global Tembus 51,1%
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Daya Tarik Menarik Thailand:...
Daya Tarik Menarik Thailand: Eksplorasi Kota Bangkok dan Keindahan Pesisir Pattaya
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Rekomendasi
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
Ade Darmawan Minta Jaksa...
Ade Darmawan Minta Jaksa Tolak Segala Intervensi di Kasus Ijazah Jokowi
Prancis Favorit, Mbappe...
Prancis Favorit, Mbappe Bidik Rekor Baru saat Hadapi Irak
Berita Terkini
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Infografis
10 Negara Gugur di Fase...
10 Negara Gugur di Fase Grup Piala Dunia U-17 2025: Ada Timnas Indonesia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved