PLN EPI Kick Off Proyek Gasifikasi 13 Pembangkit di NTB dan NTT
Senin, 30 Desember 2024 - 19:20 WIB
loading...
Proyek gasifikasi pembangkit listrik di 13 titik strategis di wilayah NTB dan NTT diresmikan untuk meningkatkan ketahanan energi di wilayah timur Indonesia. FOTO/Ist
A
A
A
JAKARTA - Guna meningkatkan ketahanan energi dan mendukung pencapaian target transisi energi di wilayah Timur Indonesia, Subholding PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) meresmikan kick off proyek gasifikasi pembangkit listrik gas di 13 titik strategis di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui program gasifikasi ini, ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM) akan dikurangi dengan beralih ke gas yang lebih ramah lingkungan dan efisien.
"Proyek gasifikasi ini akan mengurangi penggunaan BBM secara signifikan, dari 3,5 juta kiloliter (KL) menjadi hanya 0,5 jutaKL pada tahun 2030," ujar Direktur Utama PLN EPI, Iwan Agung Firstantara melalui keterangan pers, Senin (30/12/2024). Melalui proyek gasifikasi tersebut, jelas Iwan, PLN EPI menargetkan penghematan dalam biaya operasional. Tak hanya itu, gasifikasi juga diharapkan dapat mengurangi emisi karbon dan meningkatkan efisiensi pembangkit listrik di berbagai wilayah di Indonesia.
Baca Juga: Perkuat Ketahanan Energi, Pemerintah Percepat Monetisasi Lapangan Gas
Program gasifikasi kluster Nusa Tenggara pada tahap pertama akan mencakup 13 lokasi pembangkit gas eksisting yang tersebar di wilayah NTB dan NTT, meliputi PLTMGU Lombok Peaker, PLTMG Mobile Power Plant (MPP) Jeranjang, PLTMG Lombok 2, PLTMG Sumbawa 1,2 dan 3, PLTMG Bima, PLTMG Kupang Peaker, PLTMG Kupang 2, PLTMG Maumere, PLTMG MPP Labuan Bajo, PLTMG Rangko dan PLTMG Flores. Total kapasitas pembangkit dari tiga belas titik ini mencapai 658 Megawatt (MW).
"Kick off yang dilaksanakan pada 23 Desember 2024 di PLTMG Lombok Peaker ini dimulai dengan penyiapan konstruksi untuk memastikan gasifikasi dapat diselesaikan pada pertengahan 2026," kata Iwan.
"Proyek gasifikasi ini akan mengurangi penggunaan BBM secara signifikan, dari 3,5 juta kiloliter (KL) menjadi hanya 0,5 jutaKL pada tahun 2030," ujar Direktur Utama PLN EPI, Iwan Agung Firstantara melalui keterangan pers, Senin (30/12/2024). Melalui proyek gasifikasi tersebut, jelas Iwan, PLN EPI menargetkan penghematan dalam biaya operasional. Tak hanya itu, gasifikasi juga diharapkan dapat mengurangi emisi karbon dan meningkatkan efisiensi pembangkit listrik di berbagai wilayah di Indonesia.
Baca Juga: Perkuat Ketahanan Energi, Pemerintah Percepat Monetisasi Lapangan Gas
Program gasifikasi kluster Nusa Tenggara pada tahap pertama akan mencakup 13 lokasi pembangkit gas eksisting yang tersebar di wilayah NTB dan NTT, meliputi PLTMGU Lombok Peaker, PLTMG Mobile Power Plant (MPP) Jeranjang, PLTMG Lombok 2, PLTMG Sumbawa 1,2 dan 3, PLTMG Bima, PLTMG Kupang Peaker, PLTMG Kupang 2, PLTMG Maumere, PLTMG MPP Labuan Bajo, PLTMG Rangko dan PLTMG Flores. Total kapasitas pembangkit dari tiga belas titik ini mencapai 658 Megawatt (MW).
"Kick off yang dilaksanakan pada 23 Desember 2024 di PLTMG Lombok Peaker ini dimulai dengan penyiapan konstruksi untuk memastikan gasifikasi dapat diselesaikan pada pertengahan 2026," kata Iwan.
Lihat Juga :