Jangan Lupakan Nelayan dan Petani sebagai Basis Pemulihan Ekonomi Rakyat
Selasa, 01 September 2020 - 19:41 WIB
loading...
A
A
A
“PTI tidak hanya menyiapkan dana pinjaman ini, selanjutnya kami akan memberikan bantuan lain seperti pelatihan pengolahan hasil tangkapan ikan, bahkan pembangunan Solar Dome, bangunan bersuhu panas untuk pengeringan ikan. Bapak dan Ibu nelayan seperti lautan, dan kami menjadi anginnya. Kita menciptakan gelombang bersama-sama. Laut kadang pasang, kadang surut, tetapi selalu menjadi sumber kehidupan kita," ungkap Dede.
Di tempat terpisah, Ketua Umum PTI, Myra Winarko menyebutkan, bahwa Perempuan Tangguh Indonesia merupakan gerakan massif perempuan dalam membantu pemerintah mengatasi dampak COVID 19. “Kami telah melakukan berbagai fase, dari mulai membagikan sembako, membangun dapur-dapur umum, menssupport APD bagi tenaga medis di ratusan rumah sakit dan puskesmas, hingga membangun kerjasama dengan UKM-UKM," papar Myra.
"Sekarang, kita ada pada fase pemulihan ekonomi, dan kami memiliki program untuk pemulihan ekonomi pada kelompok masyarakat paling rentan seperti penyandang cacat, nelayan, dan petani. Dana yang digalang tidak diberikan untuk keperluan konsumtif, tetapi diupayakan untuk memulai kembali usaha-usaha yang bisa sustainable," sambungnya.
(Baca Juga: Dapat Tambahan Fulus dari Kemenkeu, KKP Siap Kucurkan Rp474,9 M untuk Nelayan )
Dalam rangkaian hari kemerdekaan juga, diterangkan olehnya PTI telah membuka kelas pelatihan pembuatan makanan untuk penyandang tuli. Beberapa sesi pelatihan telah diberikan, dan tahap selanjutnya adalah membangun restoran-restoran atau café-café khusus untuk penyandang tuli. Café-café tersebut akan segera dibuka di 3 tempat di Jakarta pada akhir tahun ini.
Di tempat terpisah, Ketua Umum PTI, Myra Winarko menyebutkan, bahwa Perempuan Tangguh Indonesia merupakan gerakan massif perempuan dalam membantu pemerintah mengatasi dampak COVID 19. “Kami telah melakukan berbagai fase, dari mulai membagikan sembako, membangun dapur-dapur umum, menssupport APD bagi tenaga medis di ratusan rumah sakit dan puskesmas, hingga membangun kerjasama dengan UKM-UKM," papar Myra.
"Sekarang, kita ada pada fase pemulihan ekonomi, dan kami memiliki program untuk pemulihan ekonomi pada kelompok masyarakat paling rentan seperti penyandang cacat, nelayan, dan petani. Dana yang digalang tidak diberikan untuk keperluan konsumtif, tetapi diupayakan untuk memulai kembali usaha-usaha yang bisa sustainable," sambungnya.
(Baca Juga: Dapat Tambahan Fulus dari Kemenkeu, KKP Siap Kucurkan Rp474,9 M untuk Nelayan )
Dalam rangkaian hari kemerdekaan juga, diterangkan olehnya PTI telah membuka kelas pelatihan pembuatan makanan untuk penyandang tuli. Beberapa sesi pelatihan telah diberikan, dan tahap selanjutnya adalah membangun restoran-restoran atau café-café khusus untuk penyandang tuli. Café-café tersebut akan segera dibuka di 3 tempat di Jakarta pada akhir tahun ini.
Lihat Juga :