Anggota Dewan: Sawit Komoditas Strategis, Wajib Disyukuri
Selasa, 01 September 2020 - 22:02 WIB
loading...
A
A
A
(Baca Juga: Ekspor Minyak Sawit Terkontraksi 11%, Kecuali ke Tiga Negara Ini)
Dikatakan Luluk, para komunitas internasional gencar melakukan kampanye hitam dengan pendekatan yang seolah-olah bisa diterima secara scientific bahwa produk dari olahan sawit berbahaya secara kesehatan. Belum soal isu lingkungan.
"Mereka menggunakan pendekatan-pendekatan dengan riset, misalnya produk dari sawit dianggap ada lemak jenuhnya yang bisa mengganggu jantung. Bagi mereka, intinya sawit harus diperangi karena tidak mendukung gaya hidup sehat. Kedua soal isu lingkungan hidup. Jadi kita ini dipepet dari ujung ke ujung baik isu kesehatan dan lingkungan," katanya.
Karena itu, Luluk mendorong pemerintah untuk membuat counter issue. Misalnya dalam persoalan lingkungan, pemerintah harus menunjukkan langkah konkret bahwa mereka sudah melakukan pengawasan dan pembinaan secara benar agar tidak terjadi pengrusakan lingkungan.
"Harus ada pemberdayaan petani-petani terutama sawit rakyat, misalnya pola berkebun dan sebagainya. Kita juga dorong pemerintah bisa meng-counter isu secara ilmiah dan elegan juga bahwa kalau disebut produk olahan sawit itu tidak baik, bikin counter kampanye bahwa ada banyak nilai manfaat dari sawit," tuturnya.
Respons secara scientific seperti itu perlu dilakukan. Bahkan, pemerintah didorong untuk memanfaatkan media untuk memunculkan narasi-narasi yang baik mengenai produk-produk sawit. "Ada cara-cara licik yang dilakukan pihak internasional. Karena mereka tak bisa bersaing dengan produksi sawit kita maja mereka memunculkan isu-isu yang sebenarnya tidak fair, cara-cara perdagangan yang tidak fair," tuturnya.
Dikatakan Luluk, para komunitas internasional gencar melakukan kampanye hitam dengan pendekatan yang seolah-olah bisa diterima secara scientific bahwa produk dari olahan sawit berbahaya secara kesehatan. Belum soal isu lingkungan.
"Mereka menggunakan pendekatan-pendekatan dengan riset, misalnya produk dari sawit dianggap ada lemak jenuhnya yang bisa mengganggu jantung. Bagi mereka, intinya sawit harus diperangi karena tidak mendukung gaya hidup sehat. Kedua soal isu lingkungan hidup. Jadi kita ini dipepet dari ujung ke ujung baik isu kesehatan dan lingkungan," katanya.
Karena itu, Luluk mendorong pemerintah untuk membuat counter issue. Misalnya dalam persoalan lingkungan, pemerintah harus menunjukkan langkah konkret bahwa mereka sudah melakukan pengawasan dan pembinaan secara benar agar tidak terjadi pengrusakan lingkungan.
"Harus ada pemberdayaan petani-petani terutama sawit rakyat, misalnya pola berkebun dan sebagainya. Kita juga dorong pemerintah bisa meng-counter isu secara ilmiah dan elegan juga bahwa kalau disebut produk olahan sawit itu tidak baik, bikin counter kampanye bahwa ada banyak nilai manfaat dari sawit," tuturnya.
Respons secara scientific seperti itu perlu dilakukan. Bahkan, pemerintah didorong untuk memanfaatkan media untuk memunculkan narasi-narasi yang baik mengenai produk-produk sawit. "Ada cara-cara licik yang dilakukan pihak internasional. Karena mereka tak bisa bersaing dengan produksi sawit kita maja mereka memunculkan isu-isu yang sebenarnya tidak fair, cara-cara perdagangan yang tidak fair," tuturnya.
(fai)
Lihat Juga :