Indonesia Pangkas Produksi Nikel, Picu Ancaman Krisis Global

Sabtu, 11 Januari 2025 - 14:24 WIB
loading...
A A A
Dalam laporan tersebut, Macquarie mencatat bahwa harga nikel mengalami penurunan tahunan kedua berturut-turut pada 2024, yang sebagian besar disebabkan oleh peningkatan produksi nikel di Indonesia dan penurunan permintaan dari produsen baterai serta industri baja tahan karat. Pedagang dan analis pun kini memantau dengan cermat stimulus ekonomi China dan potensi dampak dari kebijakan tarif yang akan datang dari pemerintah AS terhadap pasar nikel.

Indonesia, yang merupakan produsen utama nikel, menghadapi kesulitan untuk memenuhi permintaan tahun lalu akibat pembatasan yang diterapkan oleh pemerintah. Hal ini mengarah pada peningkatan impor nikel dari negara lain, termasuk Filipina, untuk mengisi kekosongan pasokan.

Di sisi lain, produsen logam baterai asal China, GEM, baru-baru ini menandatangani perjanjian kerja sama investasi dengan PT Vale Indonesia, anak perusahaan Vale Brasil. Perjanjian ini bertujuan untuk membangun fasilitas pengolahan nikel dengan teknologi pelindian asam bertekanan tinggi di Sulawesi Tengah.

Baca Juga: Kebakaran Los Angeles Akibatkan Kerugian Rp2.447 Triliun, Termahal dalam Sejarah AS

Fasilitas yang bernilai USD1,4 miliar ini diharapkan dapat menghasilkan 60.000 ton nikel per tahun, yang akan digunakan dalam produksi baterai kendaraan listrik. Menurut laporan dari Global Data, krisis pasokan nikel ini menunjukkan betapa pentingnya sektor tambang Indonesia dalam menjaga kestabilan pasokan logam kritikal untuk industri global, terutama kendaraan listrik dan teknologi energi terbarukan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tsingshan Dorong Kolaborasi...
Tsingshan Dorong Kolaborasi Hilirisasi Nikel Ramah Lingkungan di Indonesia
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
Rekomendasi
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Mahasiswa Indonesia-Thailand...
Mahasiswa Indonesia-Thailand Pelajari Rantai Pasok Kopi Jawa Lewat Short Course UNEJ
Haji Bolot Sempat Tolak...
Haji Bolot Sempat Tolak Pakai Kursi Roda Meski Alami Sesak Napas Hebat
Berita Terkini
ESDM Menjawab Isu Pasokan...
ESDM Menjawab Isu Pasokan Batubara Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Pulau Jawa
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved