Mas Nadiem! Bantuan Kuota Gratis Murid & Guru Butuh Jaringan Sinyal yang Kuat

Rabu, 02 September 2020 - 10:31 WIB
loading...
Mas Nadiem! Bantuan...
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kebijakan bantuan pulsa gratis yang diberikan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kepada pengajar dan peserta didik untuk keperluan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dinilai positif. Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng Pramestuti menilai, bantuan dapat meringankan beban guru dan peserta didik dalam membeli pulsa atau kuota data selama PJJ berlangsung.

"Bantuan paket pulsa kepada siswa dalam masa PJJ merupakan respon atas permintaan masyarakat yang disampaikan kepada komisi X DPR RI, dalam Rapat 2 Panja PJJ. Komisi X DPR RI menyambut baik kebijakan ini, dan meyakini bahwa akan berdampak positif bagi siswa," ucap Agustina, di Jakarta, Rabu (1/9/2020).

Baca Juga: Berburu Kuota Gratis, Siswa di Surabaya Ini 'Sekolah' di Warkop

Namun pihaknya mengingatkan, dalam hal memilih operator, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim harus memilih yang sudah teruji, dengan jangakauan jaringan internet kuat stabil, juga sistem yang baik, agar proses belajar dapat berjalan lancar. Karena itu, Kemendikbud dinilai perlu bermitra dengan operator telekomunikasi dengan sistem yang baik, jangkauan luas, dan kualitas yang terjamin, agar akses internet yang didapat bisa optimal.

Sebagai catatan, saat ini salah satu operator yang memiliki jaringan terluas yakni Telkomsel dimana telah menggelar infrastruktur jaringan lebih dari 228.000 BTS yang menjangkau lebih dari 95 persen wilayah Indonesia, sebagian besar dari total BTS tersebut terkoneksi jaringan broadband berteknolgi terdepan, 4G LTE. Selain itu, secara khusus Telkomsel juga telah menggelar 20.000 BTS dan 1.083 BTS USO (Universal Service Obligation) untuk menjangkau wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) serta perbatasan negara.

Ia mengingatkan, jangan sampai dana yang berasal dari APBN disalahgunakan oleh pihak tak bertanggung jawab. Karena itu, jangan sampai Kemendikbud salah memilih operator telekomunikasi sehingga pulsa yang diberikan ke guru atau peserta didik tidak bisa dimanfaatkan untuk proses PJJ.

"Tugas pemerintah mengawal supaya bantuan tepat sasaran dan bermanfaat, sehingga pemilihan jaringan harus yang telah teruji, jangkauan luas dan stabil, sistemnya tidak merugikan siswa," tegasnya.

Baca Juga: Belajar Daring Terhambat Internet, Sekolah Ini Terpaksa Belajar Tatap Muka

Agar PJJ bisa berjalan lebih lancar, ia menyarankan agar ada kebijakan dari pemerintah untuk memberi dukungan dari sisi peralatan seperti bantuan komputer, tablet, maupun personal computer (PC) kepada sekolah untuk bisa menjadi alat bantu PJJ.

Sebab ketika Panitia Kerja Pembelajaran Jarak Jauh (Panja PJJ) melakukan pemantauan di masyarakat, masih banyak guru dan peserta didik yang belum memiliki fasilitas telpon genggam. Kendala lain yang ditemukan Panja PJJ adalah masih belum meratanya akses internet di daerah-daerah. "Kebijakan khusus diperlukan karena berada dalam tahun anggaran berjalan," ucapnya.

Ia berharap, bantuan yang diberikan dapat efektif dan efisien agar mampu menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Meski di masa pandemik Covid-19 masih berlangsung, meningkatkan kapasitas dan kapabilitas SDM unggul tak boleh berhenti karena pandemik.

Kemendikbud harus memperhatikan rekomendasi yang diberikan Panja PJJ, termasuk dalam membuat materi PJJ. Dalam rekomendasi Panja disebutkan bahwa dalam membuat kebijakan PJJ, Kemendikbud harus mempertimbangkan kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan orang tua/wali untuk mendampingi proses pembelajaran dari rumah, termasuk kemampuan orang tua/wali peserta didik untuk menyediakan sarana dan prasarana pembelajaran jarak jauh.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sempat Sentuh Rp4,8...
Sempat Sentuh Rp4,8 Triliun, Harta Kekayaan Nadiem Makarim Merosot Tinggal Tersisa Rp600 M
Gratis Proteksi Layar...
Gratis Proteksi Layar HP, Beli Paket Data OMG Telkomsel di MotionPay
Harga Murah, Yuk Buruan...
Harga Murah, Yuk Buruan Isi Pulsa di Aplikasi MotionPay
Ajang Memperkuat Kolaborasi...
Ajang Memperkuat Kolaborasi Akademisi dengan Dunia Industri
Perbandingan Harta Kekayaan...
Perbandingan Harta Kekayaan Pendiri Gojek Vs Grab, Lebih Tajir Siapa?
Deretan Bos Startup...
Deretan Bos Startup Terkaya di Indonesia, Nomor 4 Pernah Punya Kekayaan Rp3,78 Triliun
Kisah Kasus Nadiem Dalam...
Kisah Kasus Nadiem Dalam Perkara Korupsi
JPU Sebut Kasus Chromebook...
JPU Sebut Kasus Chromebook Nadiem termasuk White Collar Crime, Kuasa Hukum Terkejut
JPU Tolak Seluruh Pledoi...
JPU Tolak Seluruh Pledoi Nadiem, Ada Niat Jahat dalam Kasus Chromebook
Rekomendasi
Pemerintah Paksa Daerah...
Pemerintah Paksa Daerah Hentikan Open Dumping Sampah dengan Skema Stick and Carrot
Pertamina Mandalika...
Pertamina Mandalika Racing Series Putaran 2, Asah Potensi Pembalap Muda Indonesia
Ketum PSOI Pandu Sjahrir...
Ketum PSOI Pandu Sjahrir Apresiasi Dukungan Prabowo untuk Anggaran Pelatnas Multiyears
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
BPDP dan AKPY Latih...
BPDP dan AKPY Latih Petani Kotim Tingkatkan Kualitas Panen Sawit Rakyat
Rupiah Menguat Tipis...
Rupiah Menguat Tipis dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Langkah Membumi 2026...
Langkah Membumi 2026 Dimulai, Hadirkan Program Sustainability yang Lebih Pop untuk Anak Muda
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Infografis
Penerima Bansos 2026...
Penerima Bansos 2026 Wajib Tahu! Ini Penjelasan Desil yang Jadi Penentu Kelayakan Bantuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved