Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Progresif Bantu APBN 2024 Tumbuh Positif
Rabu, 15 Januari 2025 - 11:39 WIB
loading...
A
A
A
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo menjelaskan, bahwa Bea Cukai mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2024 dengan pertumbuhan penerimaan sebesar 4,9% (yoy). Total penerimaan Bea Cukai mencapai Rp300,2 triliun yang terdiri dari:
• Bea Masuk: Rp53,0 triliun (92,3% dari target), tumbuh 4,1% (yoy) didorong peningkatan nilai impor dan penguatan kurs USD.
• Bea Keluar: Rp20,9 triliun (119,2% dari target), tumbuh 53,6% (yoy) akibat kebijakan relaksasi ekspor mineral mentah dan kenaikan harga CPO.
• Cukai: Rp226,4 triliun (92% dari target), tumbuh 2% (yoy) berkat kebijakan kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) dan minuman mengandung etil alkohol (MMEA).
Selain penerimaan, Bea Cukai juga mencatatkan peningkatan kinerja di sektor pengawasan dan fasilitasi. Di sektor pengawasan, Bea Cukai telah melakukan 45.725 penindakan (naik 10%) berkat penindakan terhadap pelanggaran impor, ekspor, MMEA, fasilitas, dan NPP. Sementara kinerja fasilitasi juga tercatat positif dengan nilai insentif kepabeanan yang diberikan mencapai Rp36,8 triliun atau tumbuh 19,6% (yoy).
Sejalan, kinerja ekspor kawasan berikat (KB) dan kemudahan impor tujuan ekspor (KITE) juga capai hasil positif. Nilai ekspor KB KITE tercatat mencapai USD94,4 miliar, tumbuh 3,8% (yoy), sementara nilai impor ke KB KITE mencapai USD31,9 miliar atau meningkat 24,3% (yoy) seiring dengan peningkatan aktivitas sektor nikel.
• Bea Masuk: Rp53,0 triliun (92,3% dari target), tumbuh 4,1% (yoy) didorong peningkatan nilai impor dan penguatan kurs USD.
• Bea Keluar: Rp20,9 triliun (119,2% dari target), tumbuh 53,6% (yoy) akibat kebijakan relaksasi ekspor mineral mentah dan kenaikan harga CPO.
• Cukai: Rp226,4 triliun (92% dari target), tumbuh 2% (yoy) berkat kebijakan kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) dan minuman mengandung etil alkohol (MMEA).
Selain penerimaan, Bea Cukai juga mencatatkan peningkatan kinerja di sektor pengawasan dan fasilitasi. Di sektor pengawasan, Bea Cukai telah melakukan 45.725 penindakan (naik 10%) berkat penindakan terhadap pelanggaran impor, ekspor, MMEA, fasilitas, dan NPP. Sementara kinerja fasilitasi juga tercatat positif dengan nilai insentif kepabeanan yang diberikan mencapai Rp36,8 triliun atau tumbuh 19,6% (yoy).
Sejalan, kinerja ekspor kawasan berikat (KB) dan kemudahan impor tujuan ekspor (KITE) juga capai hasil positif. Nilai ekspor KB KITE tercatat mencapai USD94,4 miliar, tumbuh 3,8% (yoy), sementara nilai impor ke KB KITE mencapai USD31,9 miliar atau meningkat 24,3% (yoy) seiring dengan peningkatan aktivitas sektor nikel.
Lihat Juga :