Harta Karun Tanah Jarang di Greenland Jadi Rebutan China dan AS

Rabu, 15 Januari 2025 - 13:19 WIB
loading...
A A A
CEO Critical Metals, Tony Sage mengkonfirmasi apa yang disampaikan Barnes, bahwa "ada banyak tekanan untuk tidak menjual ke China". Hingga pada akhirnya, Sage mengklaim, perusahaan dipaksa untuk menerima kesepakatan yang jauh lebih tidak menguntungkan daripada apa yang ditawarkan pembeli China.

Critical Metals membayar Barnes sebesar USD5 juta tunai dan USD211 juta dalam bentuk saham perusahaan.

Baik Sage maupun Barnes tidak mengungkapkan nama-nama pejabat yang mereka temui atau perusahaan China yang mengajukan penawaran. Departemen Luar Negeri AS dan Gedung Putih tidak menanggapi permintaan Reuters untuk mengomentari laporan tersebut, sementara Kementerian Luar Negeri Denmark juga menolak berkomentar.

Seperti diketahui mineral tanah jarang adalah komponen penting dalam teknologi canggih dan peralatan militer, karena sifat magnetiknya yang kuat. hal itu menjadikan tanah jarang menjadi penting secara strategis dalam berbagai industri, mulai dari kendaraan listrik hingga sistem rudal.

Deposit Tanbreez ditaksir 30% di antaranya terdapat tanah jarang berat. Di antara mineral lainnya, situs ini mengandung galium, yang umum ditemukan di semikonduktor, transistor, dan perangkat elektronik kecil.

Sebelumnya Trump sejak masa jabatan pertamanya, telah menyuarakan rencana untuk menguasai Greenland, wilayah Arktik yang dikuasai Denmark sejak tahun 1979, dan sudah menjadi rumah bagi pangkalan militer AS.

Berbicara kepada wartawan pada hari Selasa kemarin, Trump mengatakan pulau itu (Greenland) menjadi "kebutuhan mutlak" untuk keamanan nasional AS, dan dia tidak akan mengesampingkan langkah-langkah militer atau ekonomi untuk mendapatkannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Elon Musk Sebut AS 1.000%...
Elon Musk Sebut AS 1.000% Bakal Bangkrut: Utang Amerika Tembus Rp713.684 Triliun
Rupiah Keok Sentuh Rp18.080...
Rupiah Keok Sentuh Rp18.080 per Dolar AS, Catat Kinerja Terburuk di Asia
Musk Peringatkan Bahaya...
Musk Peringatkan Bahaya Utang AS, Pajak Miliarder Tak Akan Cukup Hapus Defisit
Ini Daftar Lengkap 60...
Ini Daftar Lengkap 60 Negara Terdampak Tarif Baru AS: Indonesia Kena 10%, Siapa Digetok 12,5%?
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
600 Eks Pejabat Israel...
600 Eks Pejabat Israel Desak Trump Tekan Netanyahu
Penerbangan Netanyahu...
Penerbangan Netanyahu ke AS Melintasi Wilayah Udara Negara-negara Anggota ICC
Trump Cueki Netanyahu,...
Trump Cueki Netanyahu, Tetap Akan Jual Jet Tempur Siluman F-35 AS ke Turki
Rekomendasi
Mantan Dirut PGN Dituntut...
Mantan Dirut PGN Dituntut 5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Jual Beli Gas
Kemenhut Jerat Tersangka...
Kemenhut Jerat Tersangka Korporasi dalam Kasus Perambahan Hutan Lindung Tanjung Piayu
Demo Kantor Setwapres,...
Demo Kantor Setwapres, Emak-emak Tuntut Gibran Tunjukkan Ijazah SMA
Berita Terkini
Danantara Ikut Rapat...
Danantara Ikut Rapat KSSK, Purbaya: Hadir Sebagai Undangan, Tak Punya Hak Suara
Konsep Green Living...
Konsep Green Living Kian Diminati, Hunian Berlingkungan Hijau Jadi Incaran
Cara Summarecon Crown...
Cara Summarecon Crown Gading Bekasi Bangun Gaya Hidup Sehat Bersama Komunitas
Naik 29%, Bukalapak...
Naik 29%, Bukalapak Bukukan Pendapatan Rp4 Triliun di Semester I 2026
Salip Nvidia, Apple...
Salip Nvidia, Apple Kembali Jadi Perusahaan Paling Berharga di Dunia
Gus Ipul Sebut Bansos...
Gus Ipul Sebut Bansos Akan Disalurkan melalui Koperasi Desa Merah Putih
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved