China Mulai Kuasai Aset-aset Pengusaha Rusia yang Bangkrut
Jum'at, 17 Januari 2025 - 08:19 WIB
loading...
A
A
A
Sementara, Layanan Pajak Federal (FTS) telah mengajukan klaim terhadap tambang tersebut sebesar 230 juta rubel. Namun, karena situasi keuangan yang sulit, pihak berwenang telah memberikan penangguhan pembayaran pajak. "China akan memanfaatkan kelemahan Rusia," klaim Anton Gerashchenko, mantan penasihat Menteri Dalam Negeri Ukraina, kepada X.
Baca Juga: Rusia Balas Dendam, Serang Ukraina dengan 43 Rudal dan 74 Pesawat Nirawak
Di sisi lain, perusahaan-perusahaan China, termasuk Cnooc, Shandong Yulong Petrochemical Co, dan Jiangsu Eastern Shenghong Co, juga telah mengirimkan permintaan mendesak untuk membeli minyak mentah di tengah-tengah kekhawatiran akan potensi gangguan pada suplai bahan bakar karena pengetatan sanksi terhadap Rusia dan Iran, demikian laporan Bloomberg.
Baca Juga: Rusia Balas Dendam, Serang Ukraina dengan 43 Rudal dan 74 Pesawat Nirawak
Di sisi lain, perusahaan-perusahaan China, termasuk Cnooc, Shandong Yulong Petrochemical Co, dan Jiangsu Eastern Shenghong Co, juga telah mengirimkan permintaan mendesak untuk membeli minyak mentah di tengah-tengah kekhawatiran akan potensi gangguan pada suplai bahan bakar karena pengetatan sanksi terhadap Rusia dan Iran, demikian laporan Bloomberg.
(nng)
Lihat Juga :