Rusia Denda Google Rp1,2 Triliun, Ini Masalahnya

Jum'at, 17 Januari 2025 - 19:25 WIB
loading...
Rusia Denda Google Rp1,2...
Pengadilan Rusia mendenda Google Alphabet sebesar 8 miliar rubel atau USD77,9 juta (yang setara Rp1,2 triliun). Foto/Dok
A A A
MOSKOW - Pengadilan Rusia mendenda Google Alphabet sebesar 8 miliar rubel atau USD77,9 juta (yang setara Rp1,2 triliun) karena tidak mematuhi perintah sanksi sebelumnya. Hal ini disampaikan layanan pers pengadilan Moskow di Telegram.

Dalam beberapa tahun terakhir, Rusia memerintahkan platform teknologi asing untuk menghapus konten yang dianggapnya ilegal. Jika tidak mematuhinya, perusahaan bakal dikenakan denda.

Baca Juga: Kena Denda USD2,8 Miliar, Alibaba Tekor Rp23,8 Triliun

Nominal denda yang dijatuhkan terus mengalami peningkatan secara nominal. Dimana denda terhadap Google Alphabet menandai peningkatan signifikan terkait besaran denda yang harus dibayarkan dari sebelumnya sekitar 4 juta rubel.

Google tidak segera menanggapi permintaan komentar yang dikirim melalui email seperti dilansir Reuters.

Pengadilan Distrik Chertanovo di Moskow mengatakan, denda dijatuhkan karena kegagalan Google mematuhi sanksi administratif. Namun pihak pengadilan tidak memberikan rincian terkait pelanggaran administratif apa yang dilakukan Google hingga terkena denda tersebut.

YouTube telah menarik kemarahan khusus karena menghosting konten yang ditolak Moskow. Platform video ini digunakan untuk menarik sekitar 50 juta pengguna harian di Rusia, tetapi jumlah itu telah turun menjadi sekitar 12 juta, menurut data Google.

YouTube telah menuai kemarahan khusus karena menghosting konten yang ditentang Moskow. Platform video tersebut dulunya menarik sekitar 50 juta pengguna harian di Rusia, tetapi jumlah tersebut telah turun menjadi sekitar 12 juta, menurut data Google.

Para kritikus menuding otoritas Rusia sengaja mengganggu kecepatan unduh YouTube untuk mencegah warga Rusia menonton konten di sana yang menentang Presiden Vladimir Putin dan pemerintahannya.

Rusia membantahnya, hal itu dengan mengatakan masalah tersebut disebabkan oleh kegagalan Google untuk meningkatkan peralatan. Namun tuduhan ini disangkal oleh perusahaan dan pakar teknologi.

Baca Juga: Gara-gara Cookie, Google dan Facebook Kena Denda Rp3,4 Triliun di Prancis

Putin pada Desember 2024 menuduh Google sebagai alat yang digunakan oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk kepentingan politik.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
10 Negara dengan Ketergantungan...
10 Negara dengan Ketergantungan Sumber Daya Alam Tertinggi di Dunia, Ada Indonesia?
BRICS Jadi Senjata Terakhir...
BRICS Jadi Senjata Terakhir Indonesia jika Impor 150 Juta Ton Barel Minyak Rusia Batal
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
Rekomendasi
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Digitalisasi Data, Penerima...
Digitalisasi Data, Penerima Bansos Diverifikasi lewat Pengenalan Wajah
Ratusan Kepsek di Sulsel...
Ratusan Kepsek di Sulsel Mundur Buntut Temuan BPK Terkait Dana BOS, DPR Dorong Evaluasi
Berita Terkini
Tren Paylater Makin...
Tren Paylater Makin Menjangkit, Literasi Keuangan Dinilai Jadi Faktor Penting
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved