Trump Tunda Perang Tarif dengan China, Rupiah Menguat ke Rp16.343
Selasa, 21 Januari 2025 - 16:52 WIB
loading...
Nilai tukar rupiah ditutup menguat pada perdagangan Selasa (21/1/2025). FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar (kurs) rupiah pada perdagangan hari ini ditutup menguat 24,5 poin atau 0,15 persen ke level Rp16.343 per dolar AS setelah sebelumnya juga terapresiasi. Hal ini juga sejalan dengan sentimen global dan domestik.
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan rupiah ini juga disebabkan oleh sentimen eksternal yaitu Trump tidak mengenakan tarif perdagangan apa pun pada China, Meksiko dan Kanada atau tiga negara yang telah menjadi subjek kemarahannya dalam beberapa bulan terakhir pada hari pertama masa jabatannya sebagai Presiden.
"Namun Trump mengisyaratkan bahwa ia sedang mengevaluasi ulang perdagangan AS, khususnya bahwa ia akan mengenakan tarif 25 persen pada impor dari Kanada dan Meksiko," tulis Ibrahim dalam risetnya, Selasa (21/1/2025).
Baca Juga: Trump: Putin Menghancurkan Rusia dengan Menolak Kesepakatan Akhiri Perang Ukraina
Menurut Ibrahim, Trump juga menandatangani perintah yang menyerukan kebijakan perdagangan America First, yang menginstruksikan lembaga federal untuk menyelidiki praktik perdagangan yang tidak adil oleh negara lain sambil juga meninjau perjanjian perdagangan saat ini.
Perintah Trump memicu spekulasi bahwa ia masih akan mengenakan tarif perdagangan yang lebih tinggi terhadap negara-negara ekonomi utama, terutama China. Hal ini terjadi bahkan ketika Trump mengadakan dialog positif dengan mitranya yakni Xi Jinping minggu lalu.
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan rupiah ini juga disebabkan oleh sentimen eksternal yaitu Trump tidak mengenakan tarif perdagangan apa pun pada China, Meksiko dan Kanada atau tiga negara yang telah menjadi subjek kemarahannya dalam beberapa bulan terakhir pada hari pertama masa jabatannya sebagai Presiden.
"Namun Trump mengisyaratkan bahwa ia sedang mengevaluasi ulang perdagangan AS, khususnya bahwa ia akan mengenakan tarif 25 persen pada impor dari Kanada dan Meksiko," tulis Ibrahim dalam risetnya, Selasa (21/1/2025).
Baca Juga: Trump: Putin Menghancurkan Rusia dengan Menolak Kesepakatan Akhiri Perang Ukraina
Menurut Ibrahim, Trump juga menandatangani perintah yang menyerukan kebijakan perdagangan America First, yang menginstruksikan lembaga federal untuk menyelidiki praktik perdagangan yang tidak adil oleh negara lain sambil juga meninjau perjanjian perdagangan saat ini.
Perintah Trump memicu spekulasi bahwa ia masih akan mengenakan tarif perdagangan yang lebih tinggi terhadap negara-negara ekonomi utama, terutama China. Hal ini terjadi bahkan ketika Trump mengadakan dialog positif dengan mitranya yakni Xi Jinping minggu lalu.
Lihat Juga :