Trump Tunda Perang Tarif dengan China, Rupiah Menguat ke Rp16.343
Selasa, 21 Januari 2025 - 16:52 WIB
loading...
A
A
A
Peningkatan tarif perdagangan dapat mengganggu perdagangan global, dan juga dapat memicu tindakan balasan dari negara-negara ekonomi utama, yang memicu perang dagang global baru antara AS dan negara-negara ekonomi utama lainnya. Namun, China diperkirakan akan membuka lebih banyak stimulus dalam menghadapi perang dagang AS, yang dapat meningkatkan pertumbuhan lokal.
Selain itu, Bank of Japan diperkirakan akan berpotensi menaikkan suku bunga lebih lanjut minggu ini, terutama karena para pembuat kebijakan menandai kemungkinan langkah tersebut dalam komentar baru-baru ini. Sementara, suku bunga yang lebih tinggi menandakan tekanan yang lebih besar pada pasar Jepang, suku bunga tersebut juga mencerminkan meningkatnya kepercayaan BOJ terhadap ekonomi Jepang, yang dapat membuat sektor-sektor yang terekspos secara domestik tampak lebih menarik.
Dari sentimen domestik, pemerintah percaya diri bahwa program prioritas swasembada pangan dan energi dapat terwujud lebih cepat. Jelang 100 hari masa pemerintahannya, Prabowo menyampaikan bahwa swasembada pangan yang semula ditarget tercapai pada 2029, kini diyakini dapat dicapai dalam waktu 2 tahun.
Setali tiga uang, Prabowo juga optimistis swasembada energi bisa dicapai dalam waktu dekat. Dalam waktu 5 tahun ke depan, Indonesia bisa lepas dari ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM).
Sementara itu, dalam mewujudkan swasembada energi, pemerintah mulai menerapkan mandatory penggunaan campuran bahan bakar nabati biodiesel berbasis minyak sawit sebesar 40 persen atau B40 mulai 1 Januari 2025. Dengan implementasi B40, negara dapat melakukan penghematan devisa dari pengurangan impor BBM.
Baca Juga: 3 Alasan Tarif Trump Bukan Satu-satunya Masalah Ekonomi China
Selain itu, Bank of Japan diperkirakan akan berpotensi menaikkan suku bunga lebih lanjut minggu ini, terutama karena para pembuat kebijakan menandai kemungkinan langkah tersebut dalam komentar baru-baru ini. Sementara, suku bunga yang lebih tinggi menandakan tekanan yang lebih besar pada pasar Jepang, suku bunga tersebut juga mencerminkan meningkatnya kepercayaan BOJ terhadap ekonomi Jepang, yang dapat membuat sektor-sektor yang terekspos secara domestik tampak lebih menarik.
Dari sentimen domestik, pemerintah percaya diri bahwa program prioritas swasembada pangan dan energi dapat terwujud lebih cepat. Jelang 100 hari masa pemerintahannya, Prabowo menyampaikan bahwa swasembada pangan yang semula ditarget tercapai pada 2029, kini diyakini dapat dicapai dalam waktu 2 tahun.
Setali tiga uang, Prabowo juga optimistis swasembada energi bisa dicapai dalam waktu dekat. Dalam waktu 5 tahun ke depan, Indonesia bisa lepas dari ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM).
Sementara itu, dalam mewujudkan swasembada energi, pemerintah mulai menerapkan mandatory penggunaan campuran bahan bakar nabati biodiesel berbasis minyak sawit sebesar 40 persen atau B40 mulai 1 Januari 2025. Dengan implementasi B40, negara dapat melakukan penghematan devisa dari pengurangan impor BBM.
Baca Juga: 3 Alasan Tarif Trump Bukan Satu-satunya Masalah Ekonomi China
Lihat Juga :