Indonesia Ingin Borong Minyak Rusia, Tak Gubris Ancaman Trump
Sabtu, 25 Januari 2025 - 07:25 WIB
loading...
A
A
A
"Kesempatan mendapatkan minyak dari Rusia muncul setelah kami bergabung dengan BRICS," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia, Bahlil Lahadalia, baru-baru ini, dilansir dari Watcher Guru, Sabtu (25/1/2025).
"Selama hal itu sesuai dengan peraturan dan tidak menimbulkan masalah, mengapa tidak?" Bahlil menambahkan.
Hal senada juga disampaikan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan. "Selama itu menguntungkan Indonesia, kami terbuka untuk berdiskusi. Jika langkah ini memungkinkan kita untuk membeli minyak dengan harga USD20 atau USD22 lebih murah, mengapa tidak?" ujar Luhut.
Sementara, Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia, Zulkifil Hasan menjawab kekhawatiran ini dengan mengatakan bahwa Indonesia tidak akan melakukan transaksi-transaksi perdagangan karena takut.
"Mengapa kita tidak mau (membeli minyak Rusia)? Kita takut? Tidak ada ruang untuk takut dalam perdagangan. Bagaimana seseorang bisa melakukan perdagangan jika ia takut?"
"Selama hal itu sesuai dengan peraturan dan tidak menimbulkan masalah, mengapa tidak?" Bahlil menambahkan.
Hal senada juga disampaikan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan. "Selama itu menguntungkan Indonesia, kami terbuka untuk berdiskusi. Jika langkah ini memungkinkan kita untuk membeli minyak dengan harga USD20 atau USD22 lebih murah, mengapa tidak?" ujar Luhut.
Sementara, Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia, Zulkifil Hasan menjawab kekhawatiran ini dengan mengatakan bahwa Indonesia tidak akan melakukan transaksi-transaksi perdagangan karena takut.
"Mengapa kita tidak mau (membeli minyak Rusia)? Kita takut? Tidak ada ruang untuk takut dalam perdagangan. Bagaimana seseorang bisa melakukan perdagangan jika ia takut?"
Lihat Juga :