Buwas Ancam Karyawan Bulog yang Berani Main-main dengan Beras Bansos
Rabu, 02 September 2020 - 17:57 WIB
loading...
A
A
A
"Tidak ada permainan yang aneh-aneh, ini pun sudah sesuai dengan prosedur yang diarahkan Pak Presiden, dan semuanya mengikuti mengawasi baik lembaga internal seperti BPKP maupun eksternal seperti KPK, BPK, Kepolisian, Kejaksaan dan semua. Kita ini bekerja secara bersama, tak ada yang ngumpet-ngumpet jika melakukan hal yang aneh-aneh, itu gampang sekali bisa terdeteksi," paparnya.
(Baca Juga: Buwas Sebut Tidak Perlu Terlalu Risau dengan Ancaman Krisis Pangan )
Untuk diketahui, Kementerian Sosial menggandeng Perum Bulog mendistribusikan Beras Bansos kepada 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan Program Keluarga Harapan (PKH) di seluruh Indonesia. Setiap KPM akan menerima 15 kg beras selama tiga bulan sejak Agustus hingga Oktober 2020 sebagai upaya mengurangi beban pengeluaran KPM PKH di masa pandemi.
Buwas mengutarakan, Bulog telah mempersiapkan program tersebut sejak tiga bulan lalu dan mengantisipasi kemungkinan kerusakan beras. Ia pun menjamin beras yang didistribusikan kepada KPM PKH tersebut dalam kondisi baik karena setiap beras yang keluar dari Bulog harus melalui proses mesin rice to rice atau mesin pembersih beras.
"Kami bangun rice to rice di seluruh Indonesia. Jadi tidak ada alasan beras Bulog itu tidak baik, kecuali ada oknum yang bermain," katanya. Dengan diluncurkannya bansos beras ini, kata Buwas, artinya bukan hanya penerima bansos, tapi juga petani yang lega.
(Baca Juga: Buwas Sebut Tidak Perlu Terlalu Risau dengan Ancaman Krisis Pangan )
Untuk diketahui, Kementerian Sosial menggandeng Perum Bulog mendistribusikan Beras Bansos kepada 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan Program Keluarga Harapan (PKH) di seluruh Indonesia. Setiap KPM akan menerima 15 kg beras selama tiga bulan sejak Agustus hingga Oktober 2020 sebagai upaya mengurangi beban pengeluaran KPM PKH di masa pandemi.
Buwas mengutarakan, Bulog telah mempersiapkan program tersebut sejak tiga bulan lalu dan mengantisipasi kemungkinan kerusakan beras. Ia pun menjamin beras yang didistribusikan kepada KPM PKH tersebut dalam kondisi baik karena setiap beras yang keluar dari Bulog harus melalui proses mesin rice to rice atau mesin pembersih beras.
"Kami bangun rice to rice di seluruh Indonesia. Jadi tidak ada alasan beras Bulog itu tidak baik, kecuali ada oknum yang bermain," katanya. Dengan diluncurkannya bansos beras ini, kata Buwas, artinya bukan hanya penerima bansos, tapi juga petani yang lega.
(akr)
Lihat Juga :