Trump Picu Perang Dagang, Ini Dampaknya Jika China Cs Melancarkan Balasan

Selasa, 28 Januari 2025 - 07:31 WIB
loading...
A A A
Di bawah pemerintahan Trump 2.0 kebijakan-kebijakan ini dapat menyebabkan harga-harga konsumen yang lebih tinggi, memanasknya hubungan perdagangan global dan pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat.

"Tarif yang lebih tinggi menekan pendapatan riil dengan menaikkan harga, sehingga mengurangi belanja konsumen. Tarif pembalasan dari negara-negara mitra dapat menekan ekspor dan output AS," tulis laporan tersebut dilansir dari Asian News International, Selasa (28/1/2025).

Meskipun tarif tersebut dapat memberikan pendapatan bagi perekonomian AS, dampak ekonomi secara keseluruhan dapat merugikan industri yang bergantung pada impor dan ekspor, menciptakan tantangan bagi bisnis dan konsumen. Laporan tersebut juga menambahkan bahwa tarif yang lebih tinggi yang menargetkan impor China akan semakin memperburuk kerugian ekonomi.

Bea masuk sebesar 60% untuk barang-barang China dapat menurunkan PDB sebesar 0,19% hingga 0,43%, dengan tarif tambahan untuk Meksiko yang akan memperbesar dampaknya. Menggabungkan tarif universal 10% dengan bea masuk 60% untuk impor China dapat menyebabkan penurunan PDB hingga 1,2% dengan pembalasan seperti yang disebutkan dalam data laporan tersebut.

Baca Juga: Sering Umbar Ancaman, Trump Justru Memicu Keinginan Dedolarisasi
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Rekomendasi
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
Yamaha MX King 150 Prima...
Yamaha MX King 150 Prima Pramac Livery Meluncur di PRJ 2026
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
Perang Pecah, Ini Perbandingan...
Perang Pecah, Ini Perbandingan Kekuatan Militer Thailand vs Kamboja
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved