alexametrics

Singapura Status Oranye Virus Corona, Pemberhentian Penerbangan Tunggu Arahan

loading...
Singapura Status Oranye Virus Corona, Pemberhentian Penerbangan Tunggu Arahan
AP II masih menunggu keputusan pemerintah, apakah penerbangan ke negara Singapura menyusul negara itu telah menaikkan level waspada virus corona dari kuning menjadi oranye. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - PT Angkasa Pura (AP) II masih menunggu keputusan pemerintah, apakah penerbangan ke negara Singapura akan dihentikan sementara seperti ke China yang telah lebih dulu disetop. Hal ini menyusul Singapura telah menaikkan level waspada virus corona dari kuning menjadi oranye saat jumlah korban di angka 33 orang yang berarti virus dapat dengan mudah ditularkan dan parah.

Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan saat ini penerbangan ke Singapura masih dalam sesuai prosedur dan keputusan otoritas Bandara dan juga Kementerian Perhubungan (Kemenhub). "Kita tidak menutup dari dan ke Singapura, begitu juga dari dan ke Malaysia, kalau dari dan ke China langsung kita tutup," ujarnya di Jakarta, Selasa (11/2/2020).

Lebih lanjut Ia menerangkan, belum ada laporan dari maskapai terkait kemungkinan banyaknya pembatalan penerbangan dari Indonesia ke Singapura maupun sebaliknya. Kendati demikian, pihaknya akan terus melakukan pemantauan atas kemungkinan tersebut. "Kita terus menunggu perkembangan nantinya dari pemerintah," jelasnya.



Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memutuskan melakukan penundaan penerbangan ke/dari seluruh destinasi ke China tidak termasuk Hongkong dan Macau, hingga batas waktu yang akan ditentukan kemudian. Penundaan berlaku mulai Rabu, 5 Februari 2020 pukul 00.00 WIB.

Keputusan tersebut diambil setelah pemerintah menggelar rapat terbatas yang dipimpin presiden Joko Widodo. Adapun pertimbangannya adalah adanya peningkatan skala epidemik virus corona dan status darurat global yang ditetapkan WHO.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak