Eropa Dibayangi Krisis Gas, Harga Melonjak Tinggi
Sabtu, 01 Februari 2025 - 08:14 WIB
loading...
Terputusnya pasokan gas pipa Rusia yang melalui Ukraina membuat harga gas di Eropa melonjak. FOTO/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Eropa dibayangi krisis energi setelah harga gas melonjak ke level tertinggi sejak Oktober 2023, didorong oleh susutnya pasokan menyusul penolakan Ukraina untuk memperpanjang perjanjian transit gas dengan Moskow. Sementara, prakiraan cuaca yang lebih dingin semakin memperburuk kekhawatiran di pasar energi yang sudah ketat.
Kiev memutuskan pada akhir tahun 2024 untuk mengakhiri kontrak transit gas lima tahunnya dengan raksasa energi Rusia Gazprom. Keputusan itu mengakibatkan pasokan gas pipa Rusia ke Hongaria, Rumania, Polandia, Slowakia, Austria, Italia, dan Moldova terputus.
Baca Juga: Uni Eropa Mempertimbangkan Kembali Pakai Gas Rusia
Presiden Ukraina Vladimir Zelensky mengklaim pemutusan kontrak tersebut ditujukan untuk menghilangkan pendapatan energi Moskow. Namun, Slowakia dan Hongaria menuduhnya sengaja memicu krisis energi untuk keuntungan politik.
Melansir Russia Today, Sabtu (1/2/2025), akibat krisis pasokan itu, kontrak acuan bulan depan di hub gas TTF Belanda naik lebih dari 4% pada hari Jumat, melampaui USD590 per seribu meter kubik, atau 53,62 euro per megawatt-jam, memperpanjang kenaikan di hari sebelumnya.
Kiev memutuskan pada akhir tahun 2024 untuk mengakhiri kontrak transit gas lima tahunnya dengan raksasa energi Rusia Gazprom. Keputusan itu mengakibatkan pasokan gas pipa Rusia ke Hongaria, Rumania, Polandia, Slowakia, Austria, Italia, dan Moldova terputus.
Baca Juga: Uni Eropa Mempertimbangkan Kembali Pakai Gas Rusia
Presiden Ukraina Vladimir Zelensky mengklaim pemutusan kontrak tersebut ditujukan untuk menghilangkan pendapatan energi Moskow. Namun, Slowakia dan Hongaria menuduhnya sengaja memicu krisis energi untuk keuntungan politik.
Melansir Russia Today, Sabtu (1/2/2025), akibat krisis pasokan itu, kontrak acuan bulan depan di hub gas TTF Belanda naik lebih dari 4% pada hari Jumat, melampaui USD590 per seribu meter kubik, atau 53,62 euro per megawatt-jam, memperpanjang kenaikan di hari sebelumnya.
Lihat Juga :