Semua Industri dalam Mode Bertahan, Bantuan Tunai Pemerintah Bisa Jadi Sia-Sia
Rabu, 02 September 2020 - 21:29 WIB
loading...
A
A
A
Parameter yang dimaksud di antaranya jika bunga pinjaman sebelum Covid-19 di angka 9%, dengan kondisi sekarang harusnya bisa turun di bawah 5%. “Jadi jangan samakan kondisi dulu dan sekarang. Harusnya betul-betul sesuai perkembangan,” ungkapnya.
Dia menilai, hampir setiap industri kini tak lagi memikirkan ekspansi dan investasi. Sebaliknya yang dipikirkan adalah bagaimana bertahan dengan sisa dana perusahaan yang ada. “Padahal ini sudah efisiensi, sekarang kita berusaha supaya tidak tutup. Karyawan sudah banyak yang dirumahkan, tinggal perusahaan jangan ikut dirumahkan (ditutup),” ungkapnya. ( Baca juga:Bandara Anyar Yogyakarta Kedatangan Tamu Baru, Siapa? )
Dia menambahkan, dengan kondisi sekarang bank-bank BUMN sudah saatnya tidak memikirkan untung. Selama tidak merugi, bank-bank harus turun tangan membantu sektor industri yang diterpa terjangan Covid-19.
“Mengenai isu dewan moneter saya kira tidak penting. Jangan sampai ada masalah baru yang menimbulkan instabilitas,” pungkasnya.
Dia menilai, hampir setiap industri kini tak lagi memikirkan ekspansi dan investasi. Sebaliknya yang dipikirkan adalah bagaimana bertahan dengan sisa dana perusahaan yang ada. “Padahal ini sudah efisiensi, sekarang kita berusaha supaya tidak tutup. Karyawan sudah banyak yang dirumahkan, tinggal perusahaan jangan ikut dirumahkan (ditutup),” ungkapnya. ( Baca juga:Bandara Anyar Yogyakarta Kedatangan Tamu Baru, Siapa? )
Dia menambahkan, dengan kondisi sekarang bank-bank BUMN sudah saatnya tidak memikirkan untung. Selama tidak merugi, bank-bank harus turun tangan membantu sektor industri yang diterpa terjangan Covid-19.
“Mengenai isu dewan moneter saya kira tidak penting. Jangan sampai ada masalah baru yang menimbulkan instabilitas,” pungkasnya.
(uka)
Lihat Juga :