Geger Tarif Trump, Ini Tanggapan China, Kanada, dan Meksiko

Senin, 03 Februari 2025 - 15:09 WIB
loading...
Geger Tarif Trump, Ini...
Negara-negara yang menjadi sasaran tarif tinggi oleh Presiden Trump ramai-ramai melakukan pembalasan. FOTO/Ilustrasi/Dok.
A A A
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Sabtu (1/2) memberlakukan ancaman tarif yang telah lama digembar-gemborkannya atas impor dari Kanada, Meksiko, dan China.Trump menandatangani perintah eksekutif yang mengenakan tarif sebesar 25% pada barang-barang dari Meksiko dan Kanada, dan bea masuk sebesar 10% pada impor China.

Dalam perintah eksekutif tersebut, Trump mengatakan bahwa jika negara-negara yang merupakan tiga mitra dagang terbesar AS itu membalas, maka tindakan tersebut dapat ditanggapi dengan "peningkatan atau perluasan cakupan" bea masuk yang telah dikenakan. Dalam sebuahunggahannya di X, Trump mengatakan bea masuk telah dikenakan "karena ancaman besar dari imigran gelap dan obat-obatan mematikan yang membunuh warga negara kita, termasuk fentanil."

Baca Juga: Sah! Trump Teken Tarif Impor Tinggi dari China, Kanada, dan Meksiko

Nilai perdagangan AS dengan Kanada, Meksiko, dan China mencapai sekitar USD1,6 triliun atau sekira Rp25.600 triliun (kurs Rp16.000 per USD) setiap tahun. Dengan nilai sebesar itu, Pemerintahan Trump mencoba menggunakan tarif sebagai alat tawar-menawar dan metode untuk menekan ketiga negara tadi untuk melakukan perubahan kebijakan luar negerinya.

Namun, negara-negara yang menjadi sasaran tarif tersebut tak tinggal diam. Kanada, Meksiko dan China langsung merespons kebijakan sepihak itu dengan reaksi yang berbeda-beda. Namun, selain ketiga negara itu, mitra dagang AS lainnya, Uni Eropa (UE) juga mengomentari kebijakan tarif tersebut, setelah Trump baru-baru ini menudingblok tersebutmelakukanhubungan perdagangan yang tidak setara dengan Amerika. Berikut reaksi negara-negara yang dikenai tarif oleh Trump:

Kanada
Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau dengan tegas membalas dengan mengenakan tarif sebesar 25% terhadap barang-barang AS senilai USD155 miliar segera setelah tarif Trump diumumkan.Mengutip CNBC,Trudeaumengatakan bea masuk atas barang-barang AS senilai USD30 miliar akan dikenakan pada hari Selasa, dengan bea masuk atas produk-produk senilai USD125 miliar lainnya akan diberlakukan dalam 21 hari, "untuk memungkinkan perusahaan-perusahaan Kanada dan rantai pasokan mencari alternatif."

"Seperti tarif Amerika, respons kami juga akan berdampak luas dan mencakup barang-barang sehari-hari seperti bir, anggur, dan bourbon Amerika, buah-buahan dan jus buah, termasuk jus jeruk, beserta sayur-sayuran, parfum, pakaian, dan sepatu," kata Trudeau dalam konferensi pers pada Sabtu malam. "Ini akan mencakup produk-produk konsumen utama seperti peralatan rumah tangga, furnitur dan peralatan olahraga, serta bahan-bahan seperti kayu dan plastik, beserta banyak lagi."

Tarif balasan oleh Kanada diperkirakan akan semakin memperburuk kenaikan harga di AS dan tempat lain. Harga segala sesuatu mulai dari mobil dan barang elektronik hingga mainan dan makanan diperkirakan akan terdampak.Berbicara langsung kepada warga Amerika, Trudeau menambahkan: "Ini adalah pilihan yang, ya, akan merugikan warga Kanada, tetapi lebih dari itu, ini akan berdampak nyata bagi Anda, rakyat Amerika."

Sementara itu, Ontario mengatakan akan menarik semua produk alkohol Amerika dari rak minuman keras yang dikelola pemerintah mulai Selasa sebagai tanggapan atas tarif tersebut. Gerai-gerai Badan Pengawas Minuman Keras Ontario juga akan mengeluarkan produk-produk AS dari katalognya sehingga pengecer lain tidak dapat memesan atau mengisi kembali barang-barang tersebut, menurut pernyataan Perdana Menteri Doug Ford pada hari Minggu.

Meksiko
Meksiko juga bersumpah akan melakukan pembalasan setelah berita tersebut, meskipun tidak mengungkapkan secara spesifik. Presiden Claudia Sheinbaum mengecam tarif Trump dan mengatakan dia telah menginstruksikan menteri ekonomi untuk "menerapkan Rencana B" yang mencakup tindakan tarif dan non-tarif untuk membela kepentingan Meksiko.

Dalam unggahan panjang di X, Presiden Sheinbaum menambahkan: "Kami dengan tegas menolak fitnah Gedung Putih terhadap Pemerintah Meksiko yang menuduh adanya aliansi dengan organisasi kriminal, serta segala niat untuk mencampuri wilayah kami." "Meksiko tidak menginginkan konfrontasi. Kami mulai dari kolaborasi antara negara-negara tetangga," katanya dalam posting tersebut. "Meksiko tidak hanya tidak ingin fentanil mencapai Amerika Serikat, tetapi juga tidak ingin fentanil mencapai mana pun."

China
Sementara itu, China bersikap lebih tenang dan menyatakan akan mengajukan gugatan hukum kepada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) sebagai tanggapan atas bea masuk tersebut. Namun, Beijing juga menegaskan bahwa China siap "mengambil tindakan balasan yang diperlukan."

“Kenaikan tarif sepihak AS secara serius melanggar aturan WTO, tidak menyelesaikan masalahnya sendiri, dan mengganggu kerja sama ekonomi dan perdagangan normal antara Tiongkok dan AS,” kata Kementerian PerdaganganChinadalam sebuah pernyataan pada hari Minggu.

Baca Juga: Bos NATO Klaim Punya Rahasia Akhiri Perang Ukraina yang Bikin Putin Tak Berani Lagi

“Menanggapi tindakan yang salah ini, China akan mengajukan gugatan hukum ke WTO dan mengambil tindakan balasan yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingannya dengan tegas.” China telah mengeluh kepada WTO mengenai tarif sebelumnya, khususnya mengenai tarif UE pada kendaraan listrikChina tahun lalu.

Fakta bahwa China tidak segera melakukan eskalasi telah meningkatkan harapan bahwa mungkin ada ruang untuk menghindari perang dagang habis-habisan antara kedua negara. Tarif yang lebih rendah, 10% yang dikenakan pada barang-barang buatanChina mungkin juga melegakan mengingat ancaman berulang yang dibuat oleh Trump selama kampanye untuk mengenakan bea masuk sebesar 60% atau lebih pada impor dari negara tersebut.

Uni Eropa
Kendati tidak dikenai tarif, Uni Eropa (UE) mengeluarkan pernyataan pada hari Minggu bahwa blok itu "menyesalkan" keputusan AS untuk mengenakan tarif pada Kanada, Meksiko, dan China. Seperti juga China, menurut juru bicara Komisi Eropa, blok itu akan "menanggapi dengan tegas" jika Trump mengenakan tarif pada UE, .

UE saat ini tidak mengetahui adanya tarif tambahan yang dikenakan pada produknya, kata juru bicara tersebut. "Hubungan perdagangan dan investasi kami dengan AS adalah yang terbesar di dunia. Ada banyak yang dipertaruhkan," kata juru bicara tersebut. “Langkah-langkah tarif yang menyeluruh meningkatkan biaya bisnis, merugikan pekerja dan konsumen. Tarif menciptakan gangguan ekonomi yang tidak perlu dan mendorong inflasi. Tarif merugikan semua pihak.”
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Gaya Hidup Miliarder,...
Gaya Hidup Miliarder, Begini Cara Keluarga Trump Membelanjakan Hartanya
China Komitmen Borong...
China Komitmen Borong Produk Pertanian AS Senilai Rp301 Triliun hingga 2028
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Pejabat Israel Geram...
Pejabat Israel Geram atas Kesepakatan AS-Iran: 'Trump Telah Khianati Kami!'
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
Rekomendasi
Bukan Hanya Umur, Pakar...
Bukan Hanya Umur, Pakar IPB Sebut 6 Aspek Kesiapan Anak Sebelum Masuk SD
Demo Mahasiswa Belum...
Demo Mahasiswa Belum Kelar, Arus Lalu Lintas di Jalan Jenderal Sudirman Tersendat
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 72: Ketegangan Memuncak! Sena Nekat Terjun ke Operasi Penyergapan di Tengah Demam Tinggi!
Berita Terkini
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
MNC Sekuritas Perluas...
MNC Sekuritas Perluas Jangkauan Literasi ke Kendari melalui Edukasi Cerdas Investasi Digital
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Meroket 4,12% Tembus Level 6.254
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved