Sah! Trump Teken Tarif Impor Tinggi dari China, Kanada, dan Meksiko

Minggu, 02 Februari 2025 - 08:32 WIB
loading...
Sah! Trump Teken Tarif...
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi menandatangani perintah untuk memberlakukan tarif impor tinggi dari Meksiko, Kanada dan China. FOTO/AP
A A A
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi menandatangani perintah untuk memberlakukan tarif impor tinggi dari Meksiko, Kanada dan China. Penerapan kebijakan tersebut merupakan salah satu komitmen pasca-kampanye kepada para pemilihnya yang juga berisiko memicu inflasi yang lebih tinggi dan mengganggu bisnis di seluruh Amerika Utara.

Pemerintah Trump juga bersiap apabila negara-negara tersebut membalas AS. Keputusan ini membuat ekonomi global dan mandat politik Trump untuk memerangi inflasi menjadi runyam meskipun presiden dari Partai Republik ini memposting di media sosial bahwa hal ini diperlukan untuk melindungi warga Amerika.

Tarif-tarif tersebut berisiko menimbulkan kebuntuan ekonomi dengan dua mitra dagang terbesar Amerika, Meksiko dan Kanada, menjungkirbalikkan hubungan dagang yang telah terjalin selama beberapa dekade dengan kemungkinan pembalasan yang keras dari kedua negara tersebut.

Baca Juga: Tak Pandang Bulu, Trump Ancam Gebuk Uni Eropa dengan Tarif

Tarif-tarif ini jika dipertahankan dapat menyebabkan inflasi memburuk secara signifikan, yang mungkin mengikis kepercayaan para pemilih bahwa Trump dapat menurunkan harga-harga bahan makanan, bensin, perumahan, mobil, dan barang-barang lainnya sesuai janjinya.

Sebagaimana diketahui, Trump mengumumkan keadaan darurat ekonomi untuk mengenakan bea masuk sebesar 10% untuk semua impor dari China dan 25% untuk impor dari Meksiko dan Kanada. Namun, energi yang diimpor dari Kanada, termasuk minyak, gas alam, dan listrik, akan dikenakan pajak sebesar 10%.

Tarif ini akan mulai berlaku pada hari Selasa, memicu pertikaian di Amerika Utara yang berpotensi menyabotase pertumbuhan ekonomi. Sebuah analisis baru dari Budget Lab di Yale menjelaskan kemungkinan kerusakan pada ekonomi AS, dengan mengatakan bahwa rata-rata rumah tangga AS akan kehilangan pendapatan sebesar USD1.170 dari pajak. Pertumbuhan ekonomi akan melambat dan inflasi akan memburuk - dan situasinya bisa menjadi lebih buruk jika Kanada, Meksiko, dan China membalas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Megah di Panggung, Sepi...
Megah di Panggung, Sepi di Tribun: Potret Pembukaan Piala Dunia 2026 di Kanada
Kanada vs Bosnia Imbang...
Kanada vs Bosnia Imbang 1-1 di Laga Pembuka Grup B Piala Dunia 2026
Preview Piala Dunia...
Preview Piala Dunia 2026 Kanada vs Bosnia dan Herzegovina: Batu Sandungan Tuan Rumah
Rekomendasi
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Terungkap! Andri Mulyono...
Terungkap! Andri Mulyono Kongkalikong dengan PPK untuk Dapat Proyek Pengadaan Motor Listrik BGN
Liga Bintang Juara Hari...
Liga Bintang Juara Hari Kedua: 32 Tim Bertarung Rebut 16 Tiket ke Babak Utama Jakarta
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Daftar Lengkap 14 Negara...
Daftar Lengkap 14 Negara yang Diancam Tarif Baru Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved