Trump Melunak, Tunda Tarif Impor 25% ke Meksiko
Selasa, 04 Februari 2025 - 08:27 WIB
loading...
Presiden AS Donald Trump mengumumkan untuk menunda sementara tarif impor kepada Meksiko selama satu bulan, menyusul dibukanya pembicaraan intensif kedua negara. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Presiden AS Donald Trump mengumumkan untuk menunda sementara tarif impor kepada Meksiko selama satu bulan, menyusul dibukanya pembicaraan intensif kedua negara. Diketahui Trump sedang membahas hal itu dengan mitranya dari Meksiko, Claudia Sheinbaum Pardo.
Penundaan ini disampaikan hanya berselang dua hari setelah Trump memberlakukan tarif 25% pada barang-barang dari Meksiko dan Kanada. Kebijakan ini didasari atas alasan kekhawatiran soal imigrasi ilegal dan perdagangan narkoba. Selain itu retribusi sebesar 10% juga dikenakan pada impor China.
Baca Juga: Geger Tarif Trump, Ini Tanggapan China, Kanada, dan Meksiko
Trump menulis di platform media sosial Truth Social-nya, bahwa dia telah melakukan "pembicaraan yang sangat ramah" dengan Sheinbaum, di mana dia setuju untuk mengerahkan 10.000 tentara Meksiko ke perbatasan utara.
Pasukan akan "secara khusus ditunjuk untuk menghentikan aliran fentanyl, dan migran ilegal ke negara kita," kata Trump.
Dia menambahkan bahwa kedua negara akan terlibat dalam negosiasi tingkat tinggi yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Keuangan Scott Bessent, dan Howard Lutnick, pilihan Trump untuk menteri perdagangan, dari pihak AS.
Sheinbaum mengkonfirmasi pengerahan pasukan dalam sebuah posting di platform media sosial X, dimana Ia menyoroti komitmen AS untuk membatasi "perdagangan senjata" ke Meksiko. Dia menggambarkan pertukaran itu sebagai "percakapan yang baik."
Sebagai informasi selama akhir pekan, ketegangan meningkat ketika Trump menuduh pemerintahan Sheinbaum melakukan "aliansi yang tidak dapat ditoleransi" dengan kelompok kejahatan Meksiko. Sheinbaum menolak klaim itu sebagai "fitnah" dan, sebagai tanggapan, mengancam tarif pembalasan pada impor AS bersama dengan langkah-langkah lain untuk melindungi kepentingan nasional Meksiko.
AS dan Meksiko memiliki hubungan perdagangan yang kuat, lewat Perjanjian Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA), yang menggantikan NAFTA pada tahun 2020. Kesepakatan itu menghilangkan sebagian besar tarif dan hambatan perdagangan di antara ketiga negara.
Jutaan mobil yang dijual di AS setiap tahun dirakit di Kanada dan Meksiko, dengan 30-50% suku cadangnya bersumber dari negara-negara ini.
Meski penerapan tarif di Meksiko telah ditunda, AS melanjutkan tarif di Kanada dan China. Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dengan cepat mengumumkan tarif balasan 25% pada barang-barang Amerika menyusul langkah-langkah Trump terhadap impor Kanada.
Baca Juga: Sah! Trump Teken Tarif Impor Tinggi dari China, Kanada, dan Meksiko
China juga telah bersumpah melakukan "tindakan balasan yang sesuai" dan mengisyaratkan rencana untuk menantang langkah Trump di WTO. Jeda tarif membantu menstabilkan Wall Street pada hari Senin, dengan indeks utama memangkas kerugian sebelumnya.
Penundaan ini disampaikan hanya berselang dua hari setelah Trump memberlakukan tarif 25% pada barang-barang dari Meksiko dan Kanada. Kebijakan ini didasari atas alasan kekhawatiran soal imigrasi ilegal dan perdagangan narkoba. Selain itu retribusi sebesar 10% juga dikenakan pada impor China.
Baca Juga: Geger Tarif Trump, Ini Tanggapan China, Kanada, dan Meksiko
Trump menulis di platform media sosial Truth Social-nya, bahwa dia telah melakukan "pembicaraan yang sangat ramah" dengan Sheinbaum, di mana dia setuju untuk mengerahkan 10.000 tentara Meksiko ke perbatasan utara.
Pasukan akan "secara khusus ditunjuk untuk menghentikan aliran fentanyl, dan migran ilegal ke negara kita," kata Trump.
Dia menambahkan bahwa kedua negara akan terlibat dalam negosiasi tingkat tinggi yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Keuangan Scott Bessent, dan Howard Lutnick, pilihan Trump untuk menteri perdagangan, dari pihak AS.
Sheinbaum mengkonfirmasi pengerahan pasukan dalam sebuah posting di platform media sosial X, dimana Ia menyoroti komitmen AS untuk membatasi "perdagangan senjata" ke Meksiko. Dia menggambarkan pertukaran itu sebagai "percakapan yang baik."
Sebagai informasi selama akhir pekan, ketegangan meningkat ketika Trump menuduh pemerintahan Sheinbaum melakukan "aliansi yang tidak dapat ditoleransi" dengan kelompok kejahatan Meksiko. Sheinbaum menolak klaim itu sebagai "fitnah" dan, sebagai tanggapan, mengancam tarif pembalasan pada impor AS bersama dengan langkah-langkah lain untuk melindungi kepentingan nasional Meksiko.
AS dan Meksiko memiliki hubungan perdagangan yang kuat, lewat Perjanjian Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA), yang menggantikan NAFTA pada tahun 2020. Kesepakatan itu menghilangkan sebagian besar tarif dan hambatan perdagangan di antara ketiga negara.
Jutaan mobil yang dijual di AS setiap tahun dirakit di Kanada dan Meksiko, dengan 30-50% suku cadangnya bersumber dari negara-negara ini.
Meski penerapan tarif di Meksiko telah ditunda, AS melanjutkan tarif di Kanada dan China. Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dengan cepat mengumumkan tarif balasan 25% pada barang-barang Amerika menyusul langkah-langkah Trump terhadap impor Kanada.
Baca Juga: Sah! Trump Teken Tarif Impor Tinggi dari China, Kanada, dan Meksiko
China juga telah bersumpah melakukan "tindakan balasan yang sesuai" dan mengisyaratkan rencana untuk menantang langkah Trump di WTO. Jeda tarif membantu menstabilkan Wall Street pada hari Senin, dengan indeks utama memangkas kerugian sebelumnya.
(akr)
Lihat Juga :