Bappenas Nilai ESG Danone Indonesia Bisa Jadi Referensi Global

Rabu, 05 Februari 2025 - 16:48 WIB
loading...
Bappenas Nilai ESG Danone...
Bappenas melihat penegakan Environmental, Social, dan Governance (ESG) yang dijalankan Danone Indonesia bisa menjadi salah satu rujukan atau referensi secara global. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional ( Bappenas ) melihat penegakan Environmental, Social, dan Governance ( ESG ) yang dijalankan Danone Indonesia bisa menjadi salah satu rujukan atau referensi secara global.

“Danone salah satu best practices yang memiliki tidak saja tanggung jawab, tapi juga melihat lebih jauh bagaimana mereka melakukannya melalui corporate responsibility, di mana perbaikan dari governancenya bisa kemudian menciptakan manfaat sosial dan environment serta ekonomi yang lebih tinggi,” ujar Deputi Pangan, SDA, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Leonardo A.A Teguh Sambodo, Jumat (31/1).

Baca Juga: Pentingnya Implementasi ESG dalam Membangun Bisnis

Dia mengatakan, ESG ini akan lebih baik jika merupakan inisiatif dari perusahaan swasta seperti yang dilakukan Danone Indonesia. Menurutnya, ESG yang dijalankan perusahaan swasta ini sangat mendukung pemerintah untuk mewujudkan SDGs 2030.

“Kami akan memfasilitasi melalui bagaimana kontribusi swasta itu kemudian direcognize sebagai bagian dari voluntary national report dari pencapaian SDGs mereka. Itu akan segera diluncurkan tahun ini,” tukasnya.

Di acara yang sama, VP General Secretary Danone Indonesia, Vera Galuh Sugijanto mengatakan, bagi Danone, ESG itu tidak hanya bicara environment tapi juga mengenai sosial dan health. “Entry point buat Danone di Indonesia adalah aspek health as a sustainable,” jelasnya.

Dia menuturkan komitmen Danone Indonesia sejak dulu adalah responsibility itu tidak saja sampai di gate factory atau pabrik saja, tapi juga memiliki misi untuk membawa kesehatan kepada sebanyak mungkin orang dari produk, dan juga menambah dengan inisiatif keberlanjutan. Karena, menurutnya, yang namanya sehat itu tidak akan mungkin dicapai kalau lingkungannya juga tidak sehat.

“Kita punya roadmap yang namanya Danone impact journey dan sudah dijalankan bertahun-tahun. Intinya, memusatkan bahwa kegiatan itu harus punya 3 dampak positif, yaitu terhadap kesehatan, lingkungan, dan karyawan serta masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menerangkan, bagi Danone, ESG itu menjadi hal yang sama beriringan dengan bisnis. “Kita punya komitmen untuk iklim. Kita menargetkan Net Zero Emission pada tahun 2050, kemudian juga positive water balance di 2030,” tuturnya.

Kemudian, lanjutnya, setiap mendesain, ekonomi sirkular harus menjadi elemennya. Selain itu, kata Vera, Danone juga melakukan pertanian regeneratif yang banyak berhubungan dengan kesehatan, pemberdayaan peternak atau petani, serta pengelolaan air.

“Sekalipun ini menjadi beban biaya, tapi kami punya komitmen dan berusaha untuk menjadikannya sebagai value added,” katanya.

Vera menyampaikan, semua bisnis model yang dilakukan Danone dari hulu ke hilir selalu menghitung berapa jumlah emisi karbon yang dihasilkan. Hal itu bertujuan untuk bisa menciptakan produk yang ramah lingkungan. Dia mencontohkan kemasan Danone yang sudah menngunakan 100% recycle, di mana jumlah emisi karbonnya juga dihitung.

“Kemudian, kita salah satu industri yang memang punya komitmen untuk bisa memasang solar panel di seluruh pabrik. Saat ini sudah 8 pabrik kita yang menggunakannya dan kita sudah sampai 7 atau 8 pabrik. Kita pasti akan lanjutkan dengan 24 pabrik, tapi tentunya kita juga butuh kebijakan yang mendukung,” ucapnya.

Baca Juga: Danone Komitmen Perkuat Pengelolaan Air Berkelanjutan

Yang menarik buat Danone Indonesia adalah AQUA. Menurut Vera, sebagai pionir air minum dalam kemasan, Danone pertama kali yang memproduksi galon guna ulang. Ditegaskan, galon ini menggunakan standar kualitas dan keamanan yang memenuhi persyaratan.

“Pengurangan emisi dengan menggunakan galon guna ulang ini luar biasa. Kalau dari data, kemasan ini 83 persen lebih rendah emisinya dibandingkan misalnya galon serupa yang sekali pakai,” ungkapnya.

Lanjutnya, itu belum lagi beban pengurangan penggunaan virgin PET (sekali pakai) atau pengurangan beban sampah. Menurut Vera, penggunaan galon guna ulang ini juga bisa menghemat ratusan ribu ton per tahun dari penggunaan virgin PET yang baru. “Tentu ini juga sangat membantu pengurangan emisi karbon,” tukasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lippoland Raih Top CSR...
Lippoland Raih Top CSR Awards 2026, Perkuat Komitmen Implementasi ESG
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Perkuat Komitmen ESG lewat Laporan Keberlanjutan 2025
Pegadaian dan SMBC Indonesia...
Pegadaian dan SMBC Indonesia Perkuat Sinergi Melalui Pengembangan Sustainable Financing Framework 2026
Implementasi ESG, Dunia...
Implementasi ESG, Dunia Usaha Perlu Mitigasi Perubahan Iklim Secara Terukur
Dukung Nutrisi si Kecil...
Dukung Nutrisi si Kecil dengan Pengalaman Belanja Menyenangkan Danone Specialized Nutrition
Klarifikasi Danone Soal...
Klarifikasi Danone Soal Isu Visual Balita pada Kemasan Produk Air Minum
Perkuat Literasi Tambang...
Perkuat Literasi Tambang Berkelanjutan lewat Talkshow ESG di UI
Perkuat Implementasi...
Perkuat Implementasi ESG, LPCK Dorong Keberlanjutan Sosial dan Kepedulian Lingkungan
Warga Kuala Simpang...
Warga Kuala Simpang Sambut Bantuan MNC Peduli, iNews Media Group, dan Danone
Rekomendasi
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
Misteri Rumah Rimar...
Misteri Rumah Rimar Idol Terungkap! Sosok Bermuka Batu Bertaring Pernah Muncul di Depannya
SMUP Unpad 2026 Digelar...
SMUP Unpad 2026 Digelar Hari Ini, Cek Ketentuan yang Harus Dipatuhi
Berita Terkini
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved