Tak Ingin Digebuk AS, India Tolak Mata Uang BRICS
Sabtu, 08 Februari 2025 - 10:56 WIB
loading...
Berbeda dengan keinginan sejumlah anggota BRICS lainnya, India menolak pembentukan mata uang bersama aliansi tersebut. FOTO/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - India menegaskan sama sekali tidak mendukung dibentuknya mata uang bersama BRICS , yang sempat digadang-gadang bakal menjadi pesaing dolar Amerika Serikat (USD). Selain tak ingin dicap AS mendukung dedolarisasi, India juga beralasan tak ingin berbagi mata uang dengan rivalnya sesama pendiri BRICS, China.
Penolakan itu diungkapkan Menteri Perdagangan India Piyush Goyal yang menegaskan bahwa India tidak mendukung mata uang BRICS dalam bentuk apa pun. Ia juga menegaskan bahwa India tidak ingin berbagi mata uang yang sama dengan China. Seperti diketahui, India dan China telah berselisih selama lebih dari lima dekade terkait sengketa perbatasan dan perang dagang. Menerima sikap China dinilai akan membuat pemerintahan Modi tampak lebih lemah dan menghambat prospek elektoralnya.
Baca Juga: Bantuan AS ke Afrika Selatan Dibekukan, Terkait BRICS?
"Kami telah mencatat, kami tidak mendukung mata uang BRICS apa pun. Bayangkan jika kami memiliki mata uang yang sama dengan China. Kami tidak punya rencana. Mustahil untuk memikirkan mata uang BRICS," kata Piyush Goyal, dalam konferensi pers di meja bundar IT-BT 2025 di New Delhi, seperti dilaporkan Business Today.
Mengutip WatcherGuru, Sabtu (8/2/2025), Gubernur Bank Sentral India (RBI) Shaktikanta Das juga turut mengatakan bahwa India tidak mendukung dedolarisasi. "Tidak ada yang membicarakan atau memikirkan tentang dedolarisasi. Tidak ada langkah yang telah kami ambil untuk melakukan dedolarisasi," kata Das kepada Bloomberg. "Dedolarisasi tentu saja bukan tujuan kami dan tidak ada dalam pembahasan. Mata uang BRICS merupakan ide yang diajukan oleh salah satu anggota dan telah dibahas tetapi belum ada keputusan yang diambil."
Penolakan itu diungkapkan Menteri Perdagangan India Piyush Goyal yang menegaskan bahwa India tidak mendukung mata uang BRICS dalam bentuk apa pun. Ia juga menegaskan bahwa India tidak ingin berbagi mata uang yang sama dengan China. Seperti diketahui, India dan China telah berselisih selama lebih dari lima dekade terkait sengketa perbatasan dan perang dagang. Menerima sikap China dinilai akan membuat pemerintahan Modi tampak lebih lemah dan menghambat prospek elektoralnya.
Baca Juga: Bantuan AS ke Afrika Selatan Dibekukan, Terkait BRICS?
"Kami telah mencatat, kami tidak mendukung mata uang BRICS apa pun. Bayangkan jika kami memiliki mata uang yang sama dengan China. Kami tidak punya rencana. Mustahil untuk memikirkan mata uang BRICS," kata Piyush Goyal, dalam konferensi pers di meja bundar IT-BT 2025 di New Delhi, seperti dilaporkan Business Today.
Mengutip WatcherGuru, Sabtu (8/2/2025), Gubernur Bank Sentral India (RBI) Shaktikanta Das juga turut mengatakan bahwa India tidak mendukung dedolarisasi. "Tidak ada yang membicarakan atau memikirkan tentang dedolarisasi. Tidak ada langkah yang telah kami ambil untuk melakukan dedolarisasi," kata Das kepada Bloomberg. "Dedolarisasi tentu saja bukan tujuan kami dan tidak ada dalam pembahasan. Mata uang BRICS merupakan ide yang diajukan oleh salah satu anggota dan telah dibahas tetapi belum ada keputusan yang diambil."
Lihat Juga :