Tak Ingin Digebuk AS, India Tolak Mata Uang BRICS

Sabtu, 08 Februari 2025 - 10:56 WIB
loading...
A A A
Pernyataan-pernyataan ini kemungkinan besar yang membuat TrumpmengecualikanIndia dari ancaman tarif.India dinilaisepenuhnya mendukung prospek dolar AS. India juga membutuhkan dolar AS karena ekonominya bergantung pada kemajuan Amerika melalui sektor teknologi informasi dan sektor-sektor lainnya. AS telah berinvestasi besar di India karena kantor-kantor cabang dan campur tangan dengan bisnis dapat terbukti merugikan bagi pemerintah Modi.

Baca Juga: Trump dan BRICS Memanas, China Siap Hadapi Perang Dagang dengan AS

Menteri Luar Negeri India S Jaishankar berulang kali mengatakan dalam beberapa wawancara bahwa mereka tidak mendukung inisiatif dedolarisasi. Ia menjelaskan bahwa India akan menyelesaikan perdagangan dalam mata uang lokal dengan negara-negara lain hanya jika sesuai dengan perjanjian perdagangan. Jaishankar juga memuji Trump dan mengatakan bahwa India memiliki hubungan yang baik dengan pemerintahan Gedung Putih yang baru.

"Kami selalu mengatakan bahwa India tidak pernah mendukung de-dolarisasi," katanya dalam berbagai konferensi pers. Ia menegaskan bahwa India akan bekerja sama erat dengan AS dan akan menggunakan dolar untuk penyelesaian pembayaran. Menteri tersebut juga mengungkapkan bahwa India tidak berupaya untuk membentuk mata uang BRICS baru dan tidak akan mendukung penurunan nilai tukar dolar AS.

Namun, terlepas dari sikap India, rencana untuk meluncurkan mata uang BRICS tak sepenuhnya berhenti, karena China, Rusia, dan Iran diketahui masih terus mengejar ide tersebut. Dedolarisasi adalah tujuan pertama dan terpenting dari ketiganya karena mereka ingin mengakhiri ketergantungan pada dolar AS.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
Keruntuhan Dolar AS...
Keruntuhan Dolar AS Bukan Lagi Dongeng, BRICS Ubah dari Khayalan Menjadi Ancaman Nyata
RI-India Bidik Nilai...
RI-India Bidik Nilai Kerja Sama Ekonomi Tembus Rp445,8 Triliun, dari Infrastruktur hingga SDA
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
Pasar Mulai Cemas, Mata...
Pasar Mulai Cemas, Mata Uang Rupee India Kehabisan Napas justru Saat Dolar AS Lemah
Topan Bavi Terjang China,...
Topan Bavi Terjang China, Paksa Hampir 2 Juta Orang Mengungsi
AI, Robot, dan Modal...
AI, Robot, dan Modal Negara: Taruhan Besar Xi Jinping untuk Masa Depan China
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
Rekomendasi
Belum Ditahan, di Mana...
Belum Ditahan, di Mana Febrie Adriansyah usai Jadi Tersangka Korupsi?
30 Pati TNI AU Naik...
30 Pati TNI AU Naik Pangkat, Danlanud Sultan Hasanuddin Pecah Bintang
Desta Dilarikan ke Rumah...
Desta Dilarikan ke Rumah Sakit usai Mata Terkena Bola Padel
Berita Terkini
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
Masa Transisi ke B50...
Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap
Selat Hormuz Dikunci...
Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Tolak Rencana Israel Menyerang Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved