alexametrics

Digitalisasi Diyakini Akan Dorong Percepatan UKM Naik Kelas

loading...
Digitalisasi Diyakini Akan Dorong Percepatan UKM Naik Kelas
UKM terus didorong untuk naik kelas melalui digitalisasi. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Kepala UKM Center Universitas Indonesia (UI) TM Zakir Machmud mengatakan, digitalisasi bisa membantu mempercepat usaha kecil menengah (UKM) naik kelas lebih efisien. Namun, belum banyak UKM yang mau melibatkan diri dalam pemasaran secara online karena kurangnya wawasan yang dimiliki, sehingga belum berani mencoba terjun ke pemasaran online.

"Digitalisasi dapat membantu UMKM menjangkau lebih banyak konsumen. Digitalisasi juga membantu UMKM memperbesar skala dengan lebih mudah melalui fintech lending," ujarnya di Jakarta, Jumat (14/2/2020).

Menurut Zakir, pemasaran dan daya saing masih menjadi masalah utama dalam pengembangan UMKM. Pada saat yang sama, digitalisasi pemasaran menawarkan manfaat untuk meningkatkan akses pemasaran dan daya saing UMKM.



"UKM itu produknya ngga jauh dari barang-barang konsumen yang dibutuhkan masyarakat. Kalau model barangnya seperti itu, dia harus didekatkan ke pasarnya supaya orang banyak yang tau. Salah satunya dengan digital, bisa melalui marketplace atau sosial media," jelasnya. Selain pemasaran, lanjut Zakir, kualitas produk juga perlu diperhatikan.

Sebelumnya, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, strategi untuk mencapai UMKM naik kelas dilakukan dengan cara membuka akses pasar seluas-luasnya di dalam negeri dan ekspor.

Di dalam negeri, dilakukan dengan memprioritaskan produk UMKM untuk pengadaan barang dan jasa kementerian/lembaga (K/L). Sementara untuk mendorong ekspor dilakukan dengan meningkatkan mutu produk agar memenuhi standar global.

Terkait peningkatan standar mutu, Kemenkop dan UKM menegaskan harus ada kemitraan antara UMKM dan usaha besar untuk membangun mindset industri di kalangan UMKM.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak