Target Swasembada Pangan 2027 Diyakini Mampu Diwujudkan
Minggu, 09 Februari 2025 - 07:49 WIB
loading...
A
A
A
Dia menambahkan, Indonesia juga memiliki 144 juta ha lahan kering yang berpotensi besar untuk mendukung ketahanan pangan. Peluang ini menurutnya semakin besar jika teknologi seperti desalinasi, yang telah diterapkan di negara-negara seperti Arab dan Ethiopia, dapat diimplementasikan di Indonesia.
Dalam diskusi tersebut, Sarwo Edhy juga menyampaikan sejumlah kebijakan Bapanas di sektor hilir untuk mewujudkan swasembada pangan tahun 2027. Di antaranya, menaikkan harga gabah kering panen (GKP) menjadi Rp6.500 dari sebelumnya Rp6.000/kg. Selain menetapkan kenaikan HPP GKP, Bapanas juga menugaskan Perum Bulog untuk melaksanakan penyerapan 3 juta ton setara beras selama Tahun 2025.
"Ini menindaklanjuti Rakortas di lapangan bahwa Kepala Bapanas menugaskan Perum Bulog untuk melaksanakan penyerapan gabah dan beras di dalam negeri tahun 2025 dengan target 3 juta ton, semoga terlaksana dengan baik," ujarnya.
Terakhir, Bapanas juga mengkampanyekan setop boros pangan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), makanan yang terbuang 31 persen. Dengan rincian 17 persen di antaranya sampah makan dan 14 persen food loss. "Saya berpikir bahwa kalau 10 persen saja kita hemat, contoh misalnya beras, beras itu kebutuhan 1 tahun itu 30,6 juta ton beras. Kalau kita bisa hemat 10 persen maka bisa kita berhemat sekitar 3 juta ton beras. Kalau tahun lalu kita impor 4 juta, seharusnya impornya cuma 1 juta," tandasnya.
Baca Juga: Sawit Aset Strategis Dukung Swasembada Pangan dan Energi
Dalam diskusi tersebut, Sarwo Edhy juga menyampaikan sejumlah kebijakan Bapanas di sektor hilir untuk mewujudkan swasembada pangan tahun 2027. Di antaranya, menaikkan harga gabah kering panen (GKP) menjadi Rp6.500 dari sebelumnya Rp6.000/kg. Selain menetapkan kenaikan HPP GKP, Bapanas juga menugaskan Perum Bulog untuk melaksanakan penyerapan 3 juta ton setara beras selama Tahun 2025.
"Ini menindaklanjuti Rakortas di lapangan bahwa Kepala Bapanas menugaskan Perum Bulog untuk melaksanakan penyerapan gabah dan beras di dalam negeri tahun 2025 dengan target 3 juta ton, semoga terlaksana dengan baik," ujarnya.
Terakhir, Bapanas juga mengkampanyekan setop boros pangan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), makanan yang terbuang 31 persen. Dengan rincian 17 persen di antaranya sampah makan dan 14 persen food loss. "Saya berpikir bahwa kalau 10 persen saja kita hemat, contoh misalnya beras, beras itu kebutuhan 1 tahun itu 30,6 juta ton beras. Kalau kita bisa hemat 10 persen maka bisa kita berhemat sekitar 3 juta ton beras. Kalau tahun lalu kita impor 4 juta, seharusnya impornya cuma 1 juta," tandasnya.
Baca Juga: Sawit Aset Strategis Dukung Swasembada Pangan dan Energi
Lihat Juga :