Eropa dalam Bidikan Tarif Trump, Balasannya Bisa Tak Terduga
Selasa, 11 Februari 2025 - 07:33 WIB
loading...
A
A
A
"Kami memperkirakan Uni Eropa akan mendukung de-eskalasi ketegangan perdagangan sebanyak mungkin dan menggunakan pembalasan yang kuat hanya sebagai pilihan terakhir," kata para ekonom dikutip dari Euronews, Selasa (11/2/2025).
Tidak seperti tahun 2018, Uni Eropa kini memiliki alat tambahan yang dapat digunakan Instrumen Anti-Paksaan (ACI), sebuah mekanisme yang dirancang untuk melawan tekanan ekonomi dari negara ketiga.
ACI, yang memberikan Brussels wewenang untuk memberlakukan tarif dan membatasi akses ke pasar Eropa sebagai tanggapan atas langkah-langkah perdagangan yang bersifat memaksa, dapat memberikan kerangka kerja untuk bertindak melawan Washington.
Salah satu area yang dapat menjadi sorotan adalah ekonomi digital. Meskipun Uni Eropa menikmati surplus perdagangan barang yang signifikan dengan AS, Uni Eropa mengalami defisit perdagangan tahunan sebesar hampir €150 miliar dalam bidang jasa setengah dari surplus barangnya.
Baca Juga: BRICS Tak Berambisi Bikin Mata Uang Baru: Apakah Trump Melunak?
Faktor utama dalam ketidakseimbangan ini adalah dominasi perusahaan teknologi Amerika. Perusahaan-perusahaan ini menghasilkan pendapatan besar dari pelanggan Eropa dan memulangkan pendapatan dalam bentuk royalti melalui yurisdiksi dengan pajak rendah seperti Irlandia.
Para ekonom Goldman Sachs berpendapat, menyasar sektor ini dapat menjadi cara bagi Brussels untuk menekan balik tanpa harus melakukan perang tarif tit-for-tat pada barang-barang fisik.
Konflik Baru
Tidak seperti tahun 2018, Uni Eropa kini memiliki alat tambahan yang dapat digunakan Instrumen Anti-Paksaan (ACI), sebuah mekanisme yang dirancang untuk melawan tekanan ekonomi dari negara ketiga.
ACI, yang memberikan Brussels wewenang untuk memberlakukan tarif dan membatasi akses ke pasar Eropa sebagai tanggapan atas langkah-langkah perdagangan yang bersifat memaksa, dapat memberikan kerangka kerja untuk bertindak melawan Washington.
Salah satu area yang dapat menjadi sorotan adalah ekonomi digital. Meskipun Uni Eropa menikmati surplus perdagangan barang yang signifikan dengan AS, Uni Eropa mengalami defisit perdagangan tahunan sebesar hampir €150 miliar dalam bidang jasa setengah dari surplus barangnya.
Baca Juga: BRICS Tak Berambisi Bikin Mata Uang Baru: Apakah Trump Melunak?
Faktor utama dalam ketidakseimbangan ini adalah dominasi perusahaan teknologi Amerika. Perusahaan-perusahaan ini menghasilkan pendapatan besar dari pelanggan Eropa dan memulangkan pendapatan dalam bentuk royalti melalui yurisdiksi dengan pajak rendah seperti Irlandia.
Para ekonom Goldman Sachs berpendapat, menyasar sektor ini dapat menjadi cara bagi Brussels untuk menekan balik tanpa harus melakukan perang tarif tit-for-tat pada barang-barang fisik.
Lihat Juga :